Rahasia Keutamaan I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan – Jangan Lewatkan Kesempatan Ini!

Rahasia Keutamaan I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan – Jangan Lewatkan Kesempatan Ini!

Rahasia Keutamaan I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan – Jangan Lewatkan Kesempatan Ini! -Fhoto: Koranpalpos.com- -

Ibadah yang Tidak Terhapus dan Bukan Hanya untuk Nabi Setelah Rasulullah wafat, istri-istrinya tetap melaksanakan i’tikaf, menunjukkan bahwa ibadah ini tetap berlaku bagi umat Islam hingga kini.

Disunnahkan untuk Laki-Laki dan Wanita Wanita juga dianjurkan beri’tikaf dengan syarat:

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Sumatera Selatan: Kabupaten Muratara Pilih Provinsi Musi Raya atau Sumselbar?

BACA JUGA:Mau Dapat Lailatul Qadar? Ini Cara Rasulullah di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Dalam keadaan suci dari haid.

Tidak menimbulkan fitnah bagi pria.

Mendapat izin dari suami.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidak boleh seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya ketika itu ada kecuali dengan izinnya” (HR. Bukhari no. 5195).

Cara Melakukan I’tikaf yang Benar

I’tikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah, seperti membaca Al-Qur’an, shalat malam, dan berdzikir.

Tidak ada batasan waktu minimal, tetapi lebih utama dilakukan selama sepuluh hari penuh hingga malam takbiran.

I’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah ibadah yang memiliki banyak keutamaan.

Selain menjadi cara terbaik untuk menggapai malam lailatul qadar, ibadah ini juga meneladani sunnah Nabi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: