Tradisi Lebaran di Lubuklinggau : Sanjo dan Nyekar, Warisan Budaya yang Terus Dilestarikan

Tradisi Lebaran di Lubuklinggau: Sanjo dan Nyekar, Warisan Budaya yang Terus Dilestarikan-foto:dokumen palpos-
Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:
"Dulu aku melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah, karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan kalian kepada akhirat." (HR. Muslim)
BACA JUGA:Libur Bersama Idul Fitri : ASN Wajib Kembali Kerja Tepat Waktu
Masyarakat percaya bahwa nyekar bukan hanya bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga sebagai pengingat agar lebih mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.
Dengan menaburkan bunga dan memanjatkan doa di makam, mereka berharap mendapatkan berkah serta memperkuat keimanan.
Pelestarian Tradisi sebagai Cerminan Identitas Budaya Tradisi sanjo dan nyekar telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Lubuklinggau yang diwariskan secara turun-temurun.
Kedua tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan yang kuat di tengah masyarakat.
Dengan terus melestarikan tradisi ini, masyarakat Lubuklinggau menunjukkan bahwa Idulfitri bukan hanya soal perayaan, tetapi juga tentang memperkuat hubungan antarsesama dan meningkatkan kesadaran akan kehidupan setelah kematian.
Semoga tradisi ini tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: