Veteran Pejuang Kemerdekaan Sanga Desa Tutup Usia

Veteran Pejuang Kemerdekaan Sanga Desa Tutup Usia

almarhum Nek Saleh, veteran Pejuang Kemerdekaan Angkatan 45 asal Desa Ngulak III, Kecamatan Sanga Desa, semasa hidupnya.-Foto:dokumen palpos-

SEKAYU, PALPOS.ID - Kabar duka datang dari Desa Ngulak III, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin.

Seorang sosok veteran Pejuang Kemerdekaan Angkatan 45 satu-satunya yang masih tersisa di Kecamatan Sanga Desa yakni Saleh bin Dia atau akrab disapa Nek Saleh, berpulang ke Rahmatullah, Sabtu 23 Agustus 2025 sekira pukul 08.00 WIB.

 

Nek Saleh menghembuskan napas terakhirnya di usia 106 tahun.

Kepala Desa Ngulak III Hendriansyah melalui Kepala Dusun 2 , Eka Aliwardana membenarkan mengenai kabar wafatnya Nek Saleh.

BACA JUGA:Pemkab Muba Salurkan Bantuan Beras untuk Korban Puting Beliung di Jirak Jaya

BACA JUGA:Selamat Alya dan Rakha Terpilih sebagai

 

"Ya benar, kebetulan tadi saat beliau menghembuskan napas terakhirnya saya berada dekat beliau.

Awalnya keluarga Nek Saleh memanggil saya untuk melihat kondisi beliau yang mengeluhkan masuk angin, saat disana kondisinya sudah lemah tak lama kemudian beliau wafat," ujarnya.

 

Camat Kecamatan Sanga Desa Hendrik SH MSi menyampaikan rasa belasungkawa atas berpulangnya sosok veteran Pejuang Kemerdekaan tersebut.

 

"Dengan segala hormat, kami turut berduka cita atas kepergian salah seorang pejuang bangsa ini.

BACA JUGA:Kebakaran Hanguskan Delapan Rumah di Sungai Lilin

BACA JUGA:4 Nama Lolos Seleksi Akhir Komisaris dan Direksi PT Muba Energi Maju Berjaya

Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ucapnya.

 

Jenazah Nek Saleh sendiri akan dikuburkan di TPU Desa Ngulak III, Sabtu 23 Agustus 2025.

 

Nek Saleh sendiri banyak menceritakan kisahnya yang turut dalam merebut kemerdekaan.

 

Di bulan kemerdekaan Republik Indonesia ini, tidak lengkap rasanya kalau tidak mengulas kisah perjuangan para pejuang dalam merebut hingga mempertahankan kemerdekaan.

BACA JUGA:Bupati H M Toha Tohet dan DPRD Muba Tandatangani KUPA PPAS-P RAPBD-P 2025

BACA JUGA:Ribuan Warga Muba Tumpah Ruah Antar Almarhumah ke Peristirahatan Terakhir

Namun, untuk mendengar kisah tersebut langsung dari para pelaku sejarahnya saat ini terbilang cukup sulit sebab banyak dari mereka yang sudah tutup usia.

Beruntung di Kecamatan Sanga Desa massih ada satu orang pejuang Angkatan 45 yang masih hidup, bagaimana kisah perjuangannya?

 

Tidak sulit untuk menemukan kediaman dari Saleh (101) salah seorang pejuang Angkatan 45 yang masih tersisa di Kecamatan Sanga Desa.

Rumahnya yang sederhana berada persis di pinggir Jalan Kabupaten di Dusun II Desa Ngulak III tepatnya di seberang rumah mantan Kepala Desa.

 

Pria yang sudah berusia lebih dari satu abad tersebut kini sudah tidak banyak beraktifitas lagi.

Pasalnya, selain mengalami gangguan pada penglihatan, sudah dua tahun ini dirinya juga tidak bisa berjalan lagi.

Kegiatan sehari-harinya di rumah hanya bisa berbaring di tempat tidur, serta bergerak seadanya dengan cara mengesot di dalam rumah.

 

Sedikit hal yang membuat terkejut, ternyata di usia tua nya Nek Saleh masih memiliki pendengaran yang sangat tajam dan lidah yang masih begitu fasih.

Sehingga tidak begitu banyak kendala ketika berkomunikasi dengan beliau.

 

Nek Saleh memulai kisahnya dengan meluruskan tahun kelahirannya, ia mengatakan bahwa tahun kelahiran yang tertera di KTP yakni tahun 1925 adalah tidak benar.

 

“Saya lahir itu tahun 1920 bukan tahun 1925, saya lahir di daerah Persawahan Senambah di Ngulak. Kebetulan saya adalah anak tunggal dari kedua orangtua saya,” ungkapnya.

 

Kemudian Nek Saleh pun langsung melanjutkan ceritanya saat masa perjuangan beliau dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, ia mulai ikut gerilya sekitar awal tahun 1945 dibawah komando Kapten Usman Bakar ia ikut berjuang selama tiga tahun sebelum akhirnya memilih kembali ke daerah Ngulak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: