Tanghulu, Camilan Manis Tradisional yang Kembali Populer di Indonesia

Tanghulu, Camilan Manis Tradisional yang Kembali Populer di Indonesia

Manis, renyah dan kenyal.-Fhoto: Istimewa-

PALPOS.ID - Dalam beberapa tahun terakhir, tren kuliner dari berbagai negara semakin mudah ditemui di Indonesia, salah satunya adalah Tanghulu.

Camilan manis yang berasal dari China ini kini mulai digemari banyak kalangan, terutama anak muda yang mencari jajanan unik dan instagramable.

Tanghulu merupakan buah-buahan yang dilapisi dengan lapisan gula karamel keras, memberikan sensasi manis dan renyah sekaligus.

 

 

Tanghulu atau yang juga dikenal dengan nama candied hawthorn adalah makanan ringan tradisional yang populer di wilayah utara China.

BACA JUGA:Dango : Kuliner Tradisional Jepang yang Manis dan Menggoda Selera

BACA JUGA:Nikmatnya Mango Sticky Rice : Hidangan Tradisional Thailand yang Mendunia

Makanan ini sudah dikenal sejak zaman Dinasti Song (960-1279 M).

Pada masa itu, Tanghulu bukan hanya sekadar camilan, melainkan juga dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kesejahteraan.

Buah hawthorn yang digunakan dipercaya membawa manfaat kesehatan, seperti memperlancar pencernaan dan meningkatkan imun tubuh.

 

Secara tradisional, Tanghulu dibuat dengan buah hawthorn, tetapi seiring perkembangan zaman, bahan baku untuk Tanghulu semakin bervariasi, mulai dari stroberi, anggur, apel, kiwi, hingga buah naga.

BACA JUGA:Inovasi Kuliner dari UMKM Lokal: Nugget Pisang Jadi Primadona Baru di Pasar Camilan

BACA JUGA:Roti Goreng Madu : Inovasi Camilan Tradisional yang Kembali Viral

Buah-buah tersebut ditusuk pada lidi bambu, kemudian dilapisi gula yang dipanaskan hingga mengeras.

Hasilnya, lapisan gula yang renyah membungkus buah segar, menciptakan kombinasi rasa manis dan asam yang sangat menggugah selera.

 

 

Meskipun berasal dari China, kini Tanghulu mulai dikenal dan populer di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Kehadiran Tanghulu pertama kali diperkenalkan melalui komunitas pecinta kuliner dan para pegiat makanan jalanan yang sering mencari dan mempopulerkan jajanan unik dari berbagai negara.

BACA JUGA:Fenomena Roti Goreng Isi Keju : Camilan Kekinian yang Bikin Ketagihan

BACA JUGA:Chicken Egg Roll, Camilan Lezat dan Praktis yang Kian Digemari Masyarakat

 

Tanghulu mulai banyak dijual di pasar malam, festival kuliner, hingga kedai-kedai kecil di pinggir jalan.

Keunikan rasanya yang manis sekaligus segar serta tampilannya yang menarik dan berwarna-warni membuat Tanghulu cepat menjadi favorit anak muda yang senang berburu makanan kekinian.

 

Salah satu penjual Tanghulu di Jakarta, Rina (27), mengatakan, “Awalnya saya mencoba membuat Tanghulu untuk teman-teman, ternyata banyak yang suka.

Akhirnya saya mulai jualan di acara-acara komunitas dan sekarang sudah punya pelanggan tetap.”

 

 

Proses pembuatan Tanghulu sebenarnya cukup sederhana, namun membutuhkan ketelitian terutama saat membuat lapisan gula karamel.

Pertama, buah-buahan segar dicuci bersih dan ditusuk dengan lidi bambu.

Selanjutnya, gula pasir dicairkan dengan cara dipanaskan hingga mencapai suhu tertentu agar menjadi karamel yang kental dan berwarna coklat keemasan.

 

Buah yang sudah ditusuk kemudian dicelupkan ke dalam gula panas, lalu dibiarkan dingin hingga lapisan gula mengeras.

Tantangan utama dalam membuat Tanghulu adalah menjaga agar gula tidak terlalu panas sehingga tidak gosong, namun cukup panas untuk membentuk lapisan keras yang renyah.

 

Di Indonesia, beberapa penjual bahkan menambahkan variasi rasa dengan mencampurkan gula karamel dengan perasa seperti cokelat, matcha, atau bahkan taburan bubuk cabai agar menambah sensasi unik saat menikmati Tanghulu.

 

 

Meski Tanghulu mengandung gula yang cukup tinggi, camilan ini tetap memiliki nilai gizi berkat buah segar yang menjadi bahan utamanya. B

uah hawthorn, stroberi, dan buah lainnya mengandung vitamin C, serat, dan antioksidan yang baik untuk tubuh.

Namun, konsumsi Tanghulu sebaiknya tetap dibatasi terutama bagi mereka yang memiliki masalah gula darah.

 

Selain itu, Tanghulu juga bisa menjadi alternatif camilan sehat bagi anak-anak dibandingkan dengan jajanan instan yang mengandung banyak bahan pengawet dan pewarna buatan.

 

 

Popularitas Tanghulu membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk merambah pasar jajanan unik.

Dengan modal relatif kecil, para pengusaha bisa memproduksi dan menjual Tanghulu di berbagai acara, festival, hingga melalui media sosial.

 

Namun, tantangan terbesar adalah menjaga kualitas bahan dan rasa agar tetap konsisten serta menarik minat pelanggan.

Selain itu, edukasi kepada konsumen mengenai bagaimana cara menyimpan dan mengonsumsi Tanghulu dengan tepat juga penting agar camilan ini tetap aman dan lezat.

 

Para pebisnis Tanghulu juga dihadapkan pada persaingan dari berbagai jenis jajanan kekinian lain.

Oleh sebab itu, inovasi rasa dan tampilan menjadi kunci utama untuk memenangkan pasar.

 

 

Dengan kemasan yang menarik dan rasa yang unik, Tanghulu berhasil menjadi salah satu tren kuliner yang sedang naik daun.

Banyak influencer dan food blogger yang mengunggah foto dan video saat menikmati Tanghulu, membuat camilan ini semakin dikenal luas oleh masyarakat.

 

Selain untuk konsumsi pribadi, Tanghulu juga sering dijadikan hadiah atau oleh-oleh karena tampilannya yang cantik dan berbeda dari camilan biasa.

Bahkan beberapa kafe dan restoran mulai memasukkan Tanghulu sebagai menu spesial atau pelengkap dessert mereka.

 

 

Tanghulu adalah contoh nyata bagaimana jajanan tradisional dari luar negeri dapat beradaptasi dan diterima di pasar Indonesia.

Dengan rasa manis yang memikat dan tekstur yang unik, Tanghulu tidak hanya memuaskan lidah, tetapi juga menawarkan pengalaman kuliner yang menyenangkan dan estetis.

 

Bagi pecinta kuliner, mencicipi Tanghulu bisa menjadi petualangan rasa yang menarik.

Sedangkan bagi para pelaku usaha, Tanghulu membuka pintu peluang bisnis yang menjanjikan di tengah semakin berkembangnya tren makanan kekinian di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: