Iklan Astra Motor

Lini Masa Facebook Palembang Banjir iPhone Palsu, Ketegasan Bea Cukai Dinilai Melempem

Lini Masa Facebook Palembang Banjir iPhone Palsu, Ketegasan Bea Cukai Dinilai Melempem

Penjualan Iphone tidak resmi mudah di jumpai di linimasa Facebook.-Foto:dokumen palpos-

PALEMBANG,PALPOS.CO - Peredaran ponsel pintar ilegal, khususnya iPhone replika atau tipe HDC, Inter dan sebutan lainnya kini tidak lagi sembunyi-sembunyi, melainkan merambah secara masif di jagat platform digital.

Berdasarkan pantauan di Marketplace Facebook wilayah Palembang, ratusan akun terpantau bebas menjajakan iPhone palsu dengan harga yang sangat tidak rasional, memicu keresahan mengenai efektivitas pengawasan barang impor yang masuk ke Indonesia khususnya Sumatera Selatan.

​Fenomena ini mendapat sorotan tajam dari akademisi sekaligus praktisi hukum, Benny Moerdani, S.H., M.H. Ia menilai, membanjirnya produk ilegal di platform media sosial tersebut menjadi bukti nyata bahwa fungsi border protection yang seharusnya dijalankan oleh Bea Cukai telah kehilangan taringnya.

Menurutnya, pembiaran terhadap barang selundupan (illegal) di ranah digital adalah kegagalan serius dalam menjaga kedaulatan ekonomi daerah.

BACA JUGA:Merasa Dicemarkan, Pakar Hukum Hasanal Mulkan Lawan Balik Tuduhan Mahasiswi

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Sumatera Selatan Minggu 4 Januari 2026: Waspada Hujan Disertai Petir di Sejumlah Wilayah

​"Jika di Marketplace Facebook saja barang-barang ini bisa dijajakan secara terang-terangan dengan label 'iPhone HDC' namun harga cuma sepertiga dari harga resmi, itu artinya pengawasan tidak berjalan.

Bea Cukai seharusnya melakukan intelijen siber dan operasi pasar yang nyata dan bekerjasama dengan kominfo, Disperindag dan Kepolisian agar Negara tidak terus dirugikan, Jangan biarkan Palembang jadi tempat pembuangan sampah digital," tegas Benny Moerdani, Minggu (4/1/2026).

​Selain masalah legalitas, Benny Moerdani memperingatkan bahaya teknis yang mengintai, dimana Perangkat replika ini diduga menggunakan komponen berkualitas rendah yang rentan mengalami overheat hingga baterai meledak.

Selain itu, sistem operasi yang dimodifikasi menyerupai iOS sangat rentan terhadap pencurian data perbankan karena tidak adanya enkripsi resmi.

BACA JUGA:Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Oknum Dosen, FH UM Palembang Bentuk Tim Investigasi Khusus

BACA JUGA:​BNNP Sumsel Cegat Kurir Narkoba di Jalinsum, Ribuan Vape Narkoba dan Ekstasi Disita!

​Kondisi ini memicu reaksi beragam dari masyarakat Palembang. Firman (32), seorang warga, mengaku geram dengan maraknya penipuan berkedok barang sisa ekspor.

Namun, di sisi lain, beberapa oknum masyarakat justru merasa terbantu karena bisa mendapatkan perangkat "bergengsi" dengan harga murah meski ilegal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: