Pada mereka, infeksi salmonella bisa berakibat serius, bahkan fatal, jika tidak ditangani dengan baik.
BACA JUGA:Ini yang Terjadi Jika Anda Makan Telur Setiap Hari: Menu Sarapan Favorit untuk Program Diet
BACA JUGA:Tak Makan Telur Selama Sebulan? Ini Dampaknya Pada Tubuh Anda
Oleh karena itu, penting bagi mereka yang termasuk dalam kelompok ini untuk lebih berhati-hati dalam memilih metode memasak telur.
3. Penyerapan Protein yang Kurang Optimal
Telur dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang mudah dicerna oleh tubuh.
Akan tetapi, penelitian menunjukkan bahwa penyerapan protein pada telur setengah matang lebih rendah dibandingkan telur yang dimasak sempurna.
Sekitar 80 persen protein dalam telur matang dapat diserap tubuh dengan mudah, sedangkan pada telur mentah atau setengah matang, penyerapan protein ini berkurang secara signifikan.
BACA JUGA:Turunkan Angka Stunting, Alfamart Bagikan 100.000 Butir Telur kepada Anak
BACA JUGA:Jelang Idul Adha, Harga Telur di Baturaja Tembus Rp30 Ribu Perkg
Hal ini berarti, meskipun telur setengah matang tetap menyediakan protein, tubuh tidak akan mendapatkan manfaat protein secara optimal.
4. Penghambatan Penyerapan Biotin
Telur juga merupakan sumber biotin, atau vitamin B7, yang penting untuk produksi glukosa dan asam lemak tubuh.
Namun, dalam telur mentah atau setengah matang, terdapat protein bernama avidin di bagian putih telur yang dapat mengikat biotin di usus kecil dan mencegah penyerapannya.
Ketika telur dimasak sempurna, avidin ini menjadi tidak aktif karena rusak oleh panas, sehingga biotin lebih mudah diserap tubuh.
BACA JUGA:Telor Pindang: Kenikmatan Telur Khas Indonesia yang Menggugah Selera
BACA JUGA:Kue Tape Singkong Kukus: Resep Simpel dengan Satu Telur, Tanpa Mixer dan Oven
Oleh karena itu, memasak telur hingga matang sangat dianjurkan bagi mereka yang ingin menjaga asupan biotin yang optimal.