OGANILIR, PALPOS.ID – Polsek Tanjung Batu berhasil menerima penyerahan satu pucuk senjata api rakitan (senpira) beserta satu butir amunisi dari masyarakat secara sukarela.
Penyerahan ini merupakan hasil dari upaya himbauan yang dilakukan pihak kepolisian dan kerjasama dengan pemerintah desa dalam rangka Operasi Pekat Musi 2025 yang digelar oleh Polda Sumatera Selatan.
Kapolsek Tanjung Batu IPTU Syaparudin Akso mengatakan penyerahan ini diawali dengan pendekatan persuasif dengan menggandeng unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat, adat, agama, dan pemuda.
"Masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya kepemilikan senjata api ilegal serta konsekuensi hukum yang dapat timbul jika tetap menyimpannya," kata Kapolsek. Kamis, 27 Februari 2025.
BACA JUGA:Bejat, Remaja di Ogan Ilir Ini Dirudapaksa Ayah Kandungnya Sendiri
Penyerahan itu dilakukan oleh Robby (58), Kepala Desa Tanjung Batu Seberang, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.
Kapolsek Tanjung Batu menegaskan bahwa bagi masyarakat yang menyerahkan senjata api rakitan secara sukarela tidak akan diproses hukum, sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
Hal ini bertujuan untuk mendorong warga agar tidak ragu dalam menyerahkan senjata api ilegal yang masih beredar di lingkungan mereka.
"Melalui operasi ini, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.
BACA JUGA:Kesal Ibunya Berselingkuh, Pemuda di Ogan Ilir Tusuk Tetangga hingga Kritis
BACA JUGA:Polsek Indralaya Giatkan Pengaturan Lalu Lintas untuk Keselamatan Pelajar
Jika ada warga yang masih memiliki senjata api ilegal, kami imbau untuk segera menyerahkannya kepada pihak kepolisian demi terciptanya situasi yang lebih aman dan kondusif," ujar Syaparudin Akso
Operasi Pekat Musi 2025 menargetkan berbagai bentuk penyakit masyarakat, seperti peredaran narkoba, perjudian, minuman keras, prostitusi, hingga kepemilikan senjata api ilegal.
Kegiatan penyerahan senpira ini berlangsung dengan aman dan tertib, dihadiri oleh jajaran kepolisian, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.