Pemekaran Wilayah Kaltim: Tenggarong, Calon Kota Baru dengan Sejarah Panjang sebagai Pusat Kesultanan Kutai

Rabu 30-04-2025,08:12 WIB
Reporter : Bambang
Editor : Yen_har

Seiring waktu, Tenggarong berkembang sebagai kota kecil dengan nuansa budaya yang kental, namun tetap menjadi denyut nadi pemerintahan Kabupaten Kukar.

BACA JUGA:Dorongan Pemekaran Wilayah Menguat: Usulan Pembentukan Calon Kabupaten Paser Tengah Semakin Deras

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Sumsel: Kota Lubuklinggau Pilih Bergabung dengan Provinsi Sumselbar atau Musi Raya?

Peningkatan status Tenggarong dari kecamatan menjadi kota otonom bukan semata-mata karena alasan administratif, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan terhadap identitas budaya yang telah terbentuk selama ratusan tahun.

Mengapa Tenggarong Layak Menjadi Kota?

1. Pusat Pemerintahan dan Administrasi Kukar

Sebagai ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara, Tenggarong telah lama menjalankan fungsi administratif yang kompleks.

Sebagian besar kantor pemerintahan, instansi vertikal, serta fasilitas publik terpusat di wilayah ini. 

Hal ini menjadikan Tenggarong memiliki infrastruktur dasar yang cukup lengkap, seperti rumah sakit, sekolah menengah atas, dan perguruan tinggi.

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Kalimantan Timur: Calon Kabupaten Paser Selatan Siap Jadi Pusat Pertambangan

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Kaltim: Aspirasi Rakyat Mendorong Terbentuknya Calon Kabupaten Kutai Benua Raya

2. Pertumbuhan Ekonomi dan Urbanisasi

Tenggarong mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil dengan tingkat urbanisasi yang terus meningkat. 

Pusat-pusat ekonomi seperti pasar Tangga Arung, pusat perbelanjaan modern, dan kawasan perdagangan di Jalan KH Ahmad Muksin menandakan pergerakan ekonomi rakyat yang dinamis. 

Ditambah lagi, sektor pariwisata, khususnya wisata budaya dan sejarah, memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

3. Kebutuhan Pelayanan Publik yang Lebih Merata

Kategori :