PRABUMULIH, PALPOS.CO - PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Melalui Tim Drilling and Well Intervention (DWI), PEP Zona 4 berhasil mencetak rekor pengeboran onshore terdalam di Indonesia menggunakan teknik Casing While Drilling (CwD) dengan kedalaman mencapai 769,38 meter.
Keberhasilan tersebut diungkapkan langsung oleh General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, yang menyebutkan bahwa rekor ini sekaligus memecahkan capaian sebelumnya yang dipegang oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).
Sebelumnya, rekor pengeboran terdalam dengan metode CwD dicatat PHSS di wilayah kerja Semberah dengan kedalaman 766 meter.
BACA JUGA:47 Peserta Lelang Jabatan PTP Prabumulih Ikuti Wawancara dan Penulisan Makalah di Fave Hotel
“Dengan capaian 769,38 meter ini, PEP Zona 4 resmi mencatatkan pengeboran CwD terdalam di Indonesia.
Ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang kemampuan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan komitmen terhadap efisiensi serta keselamatan kerja,” ujar Djudjuwanto.
Casing While Drilling (CwD) merupakan metode pengeboran modern yang memungkinkan proses pengeboran dan pemasangan pipa pelindung (casing) dilakukan secara bersamaan.
Metode ini menggantikan cara konvensional yang selama ini memisahkan dua tahapan tersebut.
BACA JUGA:Perkuat Keamanan Nataru, Rutan Kelas IIB Prabumulih Gelar Apel Siaga Gabungan
Dengan CwD, pipa casing sekaligus berfungsi sebagai rangkaian bor, sehingga lubang sumur langsung terlindungi sejak proses pengeboran berlangsung.
Menurut Djudjuwanto, penerapan teknologi CwD memberikan berbagai keunggulan strategis, baik dari sisi teknis, efisiensi waktu, hingga aspek keselamatan dan lingkungan.
“Teknik CwD tidak hanya memungkinkan pengeboran yang lebih dalam, tetapi juga mampu memangkas waktu pengeboran hingga 30 sampai 40 persen.