Skema ini dinilai lebih efektif karena memberikan dana dengan nominal lebih besar dalam satu waktu, sehingga dapat dimanfaatkan KPM untuk kebutuhan yang lebih prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, dan pangan.
BACA JUGA:Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Aceh Tamiang
BACA JUGA:Bukan Touring Biasa! Herman Deru dan TLCI Gerakkan Wisata Pagar Alam Sekaligus Tebar Bantuan Sosial.
Dua Jalur Penyaluran Masih Jadi Andalan
Dalam mekanisme penyalurannya, pemerintah diperkirakan masih mengandalkan dua jalur utama yang selama ini digunakan, yakni:
Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara)
Penyaluran dilakukan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih.
Dana bansos akan langsung masuk ke rekening KPM dan dapat dicairkan melalui ATM atau agen bank resmi.
PT Pos Indonesia
Khusus bagi KPM yang tinggal di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) atau memiliki keterbatasan akses perbankan, pencairan bansos tetap dilakukan melalui kantor pos setempat.
BACA JUGA:Sejumlah ASN di Kota Lubuklinggau Terindikasi Terima Bantuan Sosial, Begini Penjelasan Dinsos
BACA JUGA:Rutan Baturaja Salurkan Bantuan Sosial Kepada Keluarga dan Warga Binaan
Skema ini diharapkan dapat menjangkau seluruh KPM secara merata tanpa terkendala faktor geografis maupun infrastruktur keuangan.
Besaran Bansos PKH dan BPNT Berbeda Tiap KPM
Perlu diketahui, nominal bansos yang diterima setiap KPM tidak sama.
Hal ini mengacu pada indeks bantuan PKH, yang disesuaikan dengan komposisi anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK).
BACA JUGA:Sejumlah ASN di Kota Lubuklinggau Terindikasi Terima Bantuan Sosial, Begini Penjelasan Dinsos
Berikut estimasi rincian bantuan PKH Tahap I 2026:
Kategori Pendidikan SD: Rp225.000 per tahap
Kategori Pendidikan SMA: Rp500.000 per tahap
Kategori Anak Usia Dini (0–6 tahun): Hingga Rp1.500.000 (maksimal dua anak)
Kategori Komplementer (Lansia/Disabilitas Berat): Jika dikombinasikan, total bantuan dapat mencapai Rp2.100.000
Nominal tertinggi tersebut umumnya menyasar keluarga dengan komponen berat, seperti memiliki dua anak usia dini sekaligus merawat lansia atau penyandang disabilitas berat.