Sepanjang pertandingan, Audero beberapa kali menunjukkan ketenangan dalam mengantisipasi tembakan jarak dekat dan situasi bola mati.
BACA JUGA:Hasil Lazio vs Fiorentina 2-2: Penalti Kontroversial Warnai Laga.
BACA JUGA:Hasil Man City vs Brighton 1-1: Tren Imbang City Terus Berlanjut.
Statistik musim ini semakin menegaskan peran vital Audero. Hingga pekan ini, kiper berusia 29 tahun tersebut telah mencatatkan 65 penyelamatan dari 16 pertandingan Serie A bersama Cremonese.
Catatan itu menjadikannya salah satu kiper tersibuk di liga, sekaligus bukti bahwa pertahanan Cremonese masih sering memberi beban berat kepadanya.
Hasil imbang kontra Cagliari membuat Cremonese kini menempati peringkat ke-13 klasemen sementara Serie A dengan koleksi 22 poin.
Lebih mengkhawatirkan lagi, Cremonese belum meraih kemenangan dalam lima laga terakhir, sebuah tren yang perlu segera dibenahi jika tak ingin terseret ke papan bawah.
Pelatih Cremonese diyakini akan melakukan evaluasi, terutama dalam menjaga konsentrasi di menit akhir. Sebab, bukan kali pertama Cremonese kehilangan poin akibat gol telat lawan.
Dalam situasi seperti ini, pengalaman dan ketenangan Emil Audero menjadi aset penting bagi tim.
Tantangan berat sudah menanti di laga berikutnya. Cremonese dijadwalkan menghadapi Juventus pada 13 Januari, yang juga menjadi laga emosional bagi Audero karena akan menghadapi mantan klubnya.
Pertandingan tersebut berpotensi menjadi ujian sesungguhnya, sekaligus panggung bagi Audero untuk kembali membuktikan kualitasnya di level tertinggi.
Meski hasil belum konsisten, satu hal jelas: Emil Audero terus menunjukkan bahwa ia layak menjadi tumpuan utama Cremonese, baik dari sisi performa individu maupun kepemimpinan di bawah mistar gawang.