Lemper, Warisan Kuliner Nusantara yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Makanan Modern

Selasa 20-01-2026,10:32 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

Di era modern saat ini, lemper mengalami berbagai inovasi tanpa meninggalkan ciri khasnya.

BACA JUGA:Klepon, Jajanan Tradisional yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

BACA JUGA:Gado-Gado, Kuliner Tradisional Indonesia yang Tetap Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

Beberapa pelaku usaha kuliner mulai menghadirkan lemper dengan isian yang lebih beragam, seperti daging sapi, tuna, bahkan keju dan smoked beef.

Inovasi ini dilakukan untuk menarik minat generasi muda yang cenderung menyukai variasi rasa baru. Meski demikian, lemper klasik dengan isian ayam tetap menjadi favorit.

Keberadaan lemper juga semakin mudah ditemukan, mulai dari pasar tradisional, toko kue, hingga acara resmi dan hotel berbintang. Banyak katering modern yang tetap memasukkan lemper sebagai bagian dari menu snack tradisional.

Hal ini menunjukkan bahwa lemper mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Dari sisi ekonomi, lemper memberikan peluang usaha yang cukup menjanjikan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan modal yang relatif terjangkau, lemper dapat diproduksi dan dijual dengan harga yang kompetitif.

Banyak pedagang rumahan yang menggantungkan penghasilan dari penjualan lemper, baik secara langsung maupun melalui pemesanan daring.

Pemerhati kuliner menilai bahwa pelestarian makanan tradisional seperti lemper perlu terus didorong.

Selain sebagai warisan budaya, lemper juga mencerminkan kekayaan bahan pangan lokal dan kearifan masyarakat dalam mengolah makanan.

Di tengah isu ketahanan pangan, makanan berbahan dasar lokal seperti ketan dan rempah-rempah menjadi contoh pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan.

Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi lemper.

Melalui media sosial, banyak konten kreator kuliner yang memperkenalkan lemper dengan kemasan visual yang menarik. Langkah ini dinilai efektif untuk meningkatkan minat dan kebanggaan terhadap kuliner tradisional.

Tidak sedikit pula anak muda yang mulai belajar membuat lemper sebagai bagian dari usaha rintisan di bidang kuliner.

Kategori :