Langkah solutif lainnya adalah dengan mengimplementasikan simulasi risiko nyata dan praktikum penggunaan APD agar bisa memberi pengalaman awal yang kuat bagi mahasiswa.
Yang tidak kalah penting, pelatihan K3 berbasis industri. Kerja sama kampus dan industri untuk memberikan pelatihan K3 yang terstandar menjelang magang atau kerja industri.
Selain itu, kampanye K3 tidak boleh hanya bersifat formal atau sektoral. Harus dirancang menarik, relevan, dan relate bagi generasi Z.
Sebagai generasi yang akan membawa Indonesia ke periode emas ekonomi selanjutnya, kaum muda harus diperlakukan sebagai pemegang kunci masa depan. Bukan sebagai sebagai korban risiko kerja yang bisa diabaikan. Keselamatan kerja bukan beban biaya, melainkan investasi sumber daya manusia.
Dalam dunia kerja masa kini yang penuh tantangan, generasi muda tidak hanya butuh keterampilan kerja. Tetapi juga kesadaran keselamatan kerja yang kuat, agar setiap langkah mereka di dunia kerja bukan menuju bahaya, tetapi menuju produktivitas, kesejahteraan, dan yang paling penting kepulangan mereka selamat ke rumah setiap hari.**