SEKAYU, PALPOS.CO – Kepolisian Resor (Polres) Musi Banyuasin (Muba) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan berkedok pengiriman paket Cash on Delivery (COD).
Imbauan ini disampaikan menyusul ramainya diskusi dan laporan warga di berbagai grup WhatsApp terkait paket misterius yang tidak pernah dipesan.
Kapolres Musi Banyuasin AKBP Ruri Prastowo, S.H, S.I.K, M.I.K, melalui Kasi Humas Polres Muba AKP Hutahaean, S.M, mengonfirmasi bahwa modus penipuan tersebut mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Pelaku biasanya mengirimkan paket COD secara acak, lalu menekan penerima agar segera melakukan pembayaran.
BACA JUGA:Pemkab Muba Dorong Program Lisdes Demi Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat
BACA JUGA:Satreskrim Polres Muba Ungkap Kasus Persetubuhan Anak di Bayung Lencir, Pelaku Ditangkap
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung menerima atau membayar paket COD apabila merasa tidak pernah melakukan pemesanan melalui aplikasi belanja online maupun jasa pengiriman resmi,” kata AKP Hutahaean, kemarin.
Menurutnya, pihak kepolisian telah memetakan sejumlah pola penipuan yang kerap digunakan pelaku.
Di antaranya dengan mengirim paket berisi barang tidak bernilai, namun disertai tagihan COD yang harus dibayar oleh penghuni rumah.
Selain itu, pelaku juga kerap mengaku sebagai pihak jasa pengiriman atau ekspedisi.
BACA JUGA:Patroli Dialogis Polsek Babat Supat di Pasar Tanjung Kerang, Harga Bahan Pokok Terpantau Stabil
BACA JUGA:Disnakertrans Muba Tegaskan Isu TKA China Kabur ke Hutan Bayung Lencir Hoaks
Mereka menghubungi korban melalui pesan WhatsApp dengan berbagai alasan, seperti paket tertahan, salah alamat, atau mengalami kendala pengiriman.
Dalam proses tersebut, pelaku meminta data pribadi, kode OTP, hingga sejumlah uang.
“Tidak jarang pelaku mengirimkan tautan mencurigakan yang menyerupai laman resmi. Jika diklik, tautan tersebut dapat mencuri data akun korban, termasuk username dan kata sandi,” jelasnya.