Herman Deru Tinjau Jembatan Besi Ketapang 2, Warga Minta Diganti Jembatan Beton

Kamis 29-01-2026,21:30 WIB
Reporter : Isro
Editor : Dahlia

Har menambahkan, peningkatan arus lalu lintas kendaraan roda dua dan roda empat membuat jembatan besi tersebut kerap mengalami kerusakan meskipun sudah beberapa kali diperbaiki. 

BACA JUGA:Dua Tersangka Kasus Pelecehan Mahasiswi UMP Akhirnya Ditahan Polres Ogan Ilir

BACA JUGA:Polres Ogan Ilir Resmi ada Satres PPA dan PPO, Ini Sosok Yang Pertama Jadi Kasat

Karena itu, mereka berharap pemerintah benar-benar mengganti konstruksi jembatan agar tidak terus berulang mengalami kerusakan.

“Kalau hanya diperbaiki, biasanya tidak lama rusak lagi. Kendaraan sekarang semakin padat, jadi kami berharap diganti jembatan beton supaya lebih kuat dan aman,” harap warga lainnya.

Warga juga mengingatkan bahwa keberadaan jalan dan jembatan tersebut sangat penting bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. 

Sejak akses itu dibangun pascapemekaran Kabupaten Ogan Ilir, mobilitas warga menjadi jauh lebih mudah dan perekonomian desa ikut meningkat.

“Dulu kami harus pakai perahu untuk menyeberang. Sekarang sudah bisa naik motor dan mobil. Aktivitas masyarakat dan ekonomi jadi lebih lancar,” ujar warga.

Sebagai informasi, sebelumnya jembatan plat besi di Desa Ketapang 2, Kecamatan Rantau Panjang, Ogan Ilir, juga sempat jebol pada Rabu, 7 Januari 2026.

Jembatan yang menghubungkan Desa Ketapang dengan Desa Tanjung Harapan itu rusak akibat tidak mampu menahan beban berat saat dilintasi truk bermuatan kelapa sawit.

Kepala Desa Ketapang, Nora, menyebutkan jebolnya jembatan tersebut sangat menghambat mobilitas masyarakat, khususnya kendaraan roda empat.

 “Kalau motor atau bentor masih bisa lewat, tapi mobil tidak bisa. Ini jalan utama desa kami. Ada jalan alternatif, tapi saat musim hujan jalannya becek,” kata Nora saat dikonfirmasi pada Minggu (10/1/2026).

Kategori :