JAKARTA, PALPOS.ID - Harga emas mengalami guncangan hebat di penghujung Januari 2026.
Setelah sempat mengalami uforia karena mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, logam mulia langsung mengalami dibanting ketitik terendah hanya dalam satu malam.
Hal ini dipicu aksi jual masif hingga mencatatkan penurunan harian terdalam dalam hampir 43 tahun terakhir.
Berdasarkan data Refinitiv, emas spot ditutup melemah tajam 9,8% ke level US$4.864,35 per troy ounce pada perdagangan Jumat (30/1/2026).
BACA JUGA:XLSMART Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Medan
BACA JUGA:Cara Investasi Emas yang Menguntungkan di Tengah Gejolak Isu Global Bersama Tring Pegadaian
Bahkan, pada sesi intraday, harga sempat terperosok hingga US$4.695,23 sekitar pukul 02.30 WIB, setelah sebelumnya menyentuh area US$5.450.
Padahal, sehari sebelumnya emas baru saja mencetak puncak sejarah di level US$5.594,82 per troy ounce. Dalam hitungan jam, euforia berubah menjadi kepanikan.
Data LSEG mencatat, penurunan ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pencatatan sejak Februari 1983, ketika emas ambruk 12,09% dalam sehari.
Volatilitas ekstrem tersebut menandai salah satu episode paling brutal dalam sejarah perdagangan emas modern.
BACA JUGA:Update Harga Emas Antam 12 Januari 2026: Melonjak Tajam Rp29.000 Menjadi Rp2,631 Juta per Gram !
Ironisnya, koreksi tajam ini terjadi di tengah performa bulanan yang masih impresif.
Sepanjang Januari 2026, harga emas sejatinya telah melonjak lebih dari 13% dan mencatatkan kenaikan bulanan keenam berturut-turut.
Namun reli agresif itulah yang justru membuat pasar menjadi rapuh.