Sentimen berubah drastis setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan Kevin Warsh sebagai kandidat ketua The Federal Reserve menggantikan Jerome Powell mulai Mei mendatang.
BACA JUGA:Update Harga Emas Antam 8 Januari 2026: Turun Rp14.000, Kini Dibanderol Rp2,57 Juta per Gram !
BACA JUGA:Update Harga Emas Antam 5 Januari 2026: Bertahan Stabil 3 Hari di Level Rp2,488 Juta per Gram
Penunjukan tersebut langsung memicu pergeseran ekspektasi kebijakan moneter global.
Suki Cooper, Global Head of Commodities Research Standard Chartered Bank, menilai aksi jual ini dipicu kombinasi berbagai faktor makro.
“Baik jika kita melihat pergerakan dolar maupun ekspektasi imbal hasil riil, kombinasi faktor-faktor ini telah memicu aksi ambil untung,” ujarnya, dikutip dari Reuters.
Penguatan dolar AS turut memperparah tekanan. Indeks dolar tercatat naik 0,7% dan bangkit dari posisi terendah empat tahun, membuat emas berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli global.
Bersamaan dengan itu, perubahan ekspektasi imbal hasil riil mendorong investor ramai-ramai mengunci keuntungan.
Nicky Shiels, Head of Metals Strategy MKS PAMP SA, menyebut Januari 2026 sebagai bulan paling volatil dalam sejarah logam mulia. Ia menilai koreksi ini belum tentu berakhir.
Dalam catatannya, level US$4.600 untuk emas, US$80 untuk perak, dan US$2.000 untuk platinum dinilai sebagai target penurunan yang realistis guna mereset tren bullish jangka menengah.
Meski dihantam koreksi brutal, fondasi fundamental emas belum sepenuhnya runtuh.
Ketidakpastian geopolitik masih membayangi, mulai dari eskalasi tensi di Timur Tengah, kebijakan tarif AS terhadap negara pemasok minyak ke Kuba, hingga tekanan lanjutan terhadap Meksiko.
Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral global tetap menjadi bantalan struktural bagi harga, meskipun lajunya mulai melunak dibanding periode pasca-2022.
Dengan kejatuhan tajam ini, harga emas tercatat turun 2,37% sepanjang pekan dan sekaligus mengakhiri reli tiga pekan beruntun.
Namun secara bulanan, emas masih membukukan kenaikan solid sebesar 12,75% sepanjang Januari 2026.(del)