Harga yang relatif terjangkau menjadi salah satu faktor utama tingginya minat beli masyarakat.
BACA JUGA:Croffle, Perpaduan Croissant dan Waffle yang Kian Digemari Masyarakat
BACA JUGA:Dimsum Mentai, Perpaduan Cita Rasa Asia yang Kian Digemari Masyarakat
Dengan modal yang tidak terlalu besar, pelaku UMKM dapat memproduksi stik kentang crispy dalam skala rumahan dan memperoleh keuntungan yang menjanjikan.
Salah satu pelaku UMKM, Siti Rahmawati, mengaku memulai usaha stik kentang crispy sejak dua tahun lalu. Awalnya, ia hanya membuat camilan tersebut untuk konsumsi keluarga.
Namun, setelah mendapat banyak respons positif dari tetangga dan teman, ia memberanikan diri untuk menjual produknya secara online.
“Ternyata peminatnya banyak, apalagi anak-anak dan remaja. Sekarang saya bisa produksi hingga puluhan kilogram kentang per minggu,” ujarnya.
Tidak hanya dari sisi ekonomi, tren stik kentang crispy juga mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat yang gemar mengonsumsi camilan praktis.
Di tengah aktivitas yang padat, camilan ringan seperti stik kentang crispy dianggap cocok untuk menemani waktu santai, belajar, maupun bekerja.
Kemasannya pun kini semakin beragam, mulai dari plastik sederhana hingga kemasan modern berlabel yang meningkatkan nilai jual produk.
Meski demikian, para ahli gizi mengingatkan agar konsumsi stik kentang crispy tetap dilakukan secara bijak.
Proses penggorengan membuat camilan ini mengandung lemak yang cukup tinggi, terutama jika dikonsumsi berlebihan.
Oleh karena itu, produsen diimbau untuk menggunakan minyak berkualitas dan menjaga kebersihan proses produksi.
Beberapa pelaku usaha bahkan mulai mencoba metode pengolahan alternatif seperti menggunakan air fryer untuk mengurangi kadar minyak.
Pemerintah daerah di beberapa wilayah turut memberikan dukungan kepada pelaku UMKM yang memproduksi stik kentang crispy. Dukungan tersebut berupa pelatihan pengolahan pangan, pengemasan, hingga pemasaran digital.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal dan membuka lapangan kerja baru di masyarakat.