Peserta KB di Prabumulih Meningkat, Tahun 2025 Tercatat 2.900 Akseptor Baru

Minggu 08-02-2026,12:47 WIB
Reporter : Prabu
Editor : Dahlia

“Paling diminati itu suntikan dan implan. Metode ini dinilai praktis, aman, dan efektif oleh masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA:Lima Buruh Toko Budi Mega Prabumulih Kompak Gelapkan Puluhan Karung Beras, Dibekuk Tekab Prabu

BACA JUGA:Heboh! Nenek-Nenek Diduga Curi Gelang Emas di Toko Perhiasan Prabumulih, Aksinya Terekam CCTV

Dominasi metode kontrasepsi modern tersebut menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat penggunaan alat kontrasepsi jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain itu, ketersediaan layanan dan kemudahan akses juga menjadi faktor pendukung tingginya minat masyarakat terhadap metode tersebut.

Eti Agustina menegaskan, peningkatan jumlah akseptor KB tidak terlepas dari peran aktif berbagai pihak, terutama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Prabumulih yang dipimpin oleh Hj Linda Apriana.

Bersama jajaran pengurus, TP PKK berkolaborasi dengan petugas penyuluh KB serta kader-kader di lapangan dalam melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Sejak awal tahun 2025 lalu, kami aktif melakukan sosialisasi dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang manfaat menjadi akseptor KB.

Alhamdulillah hasilnya cukup baik. Masyarakat menjadi lebih paham, dan jumlah akseptor KB pun bertambah,” ungkap Eti Agustina.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui pertemuan langsung di tingkat kelurahan, posyandu, kegiatan PKK, maupun melalui pendekatan door to door oleh kader KB.

Materi penyuluhan difokuskan pada pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta dampak positif KB terhadap ekonomi keluarga.

Memasuki tahun 2026, DP2KBPPPA Kota Prabumulih menargetkan peningkatan yang lebih baik lagi, baik dari sisi jumlah akseptor KB baru maupun jumlah akseptor KB aktif.

Target tersebut diharapkan dapat tercapai melalui penguatan kerja sama lintas sektor dan peningkatan kualitas layanan di lapangan.

“Untuk mencapai target tahun 2026, kami akan terus bekerja sama dengan TP PKK dalam meningkatkan sosialisasi dan edukasi pentingnya KB, khususnya kepada pasangan usia subur (PUS),” ujar Eti Agustina.

Selain itu, DP2KBPPPA juga akan meningkatkan pembinaan terhadap kader KB di lapangan, terutama dalam hal peningkatan kemampuan konseling kepada masyarakat.

Kader KB diharapkan mampu memberikan informasi yang komprehensif dan meyakinkan kepada calon akseptor terkait pilihan metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kategori :