Mie Aceh, Cita Rasa Rempah dari Ujung Barat Indonesia yang Kian Mendunia

Rabu 11-02-2026,10:49 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

PALPOS.CO - Mie Aceh bukan sekadar hidangan berbahan dasar mi kuning tebal. Di tangan masyarakat Tanah Rencong, sajian ini menjelma menjadi simbol kekayaan rempah, identitas budaya, sekaligus kebanggaan kuliner Indonesia yang kini semakin dikenal luas hingga mancanegara.

Aroma rempah yang kuat langsung tercium begitu sepiring Mie Aceh tersaji di meja. Perpaduan bawang putih, bawang merah, cabai merah, kunyit, jintan, kapulaga, kayu manis, hingga cengkeh menciptakan rasa gurih pedas yang khas.

Ditambah pilihan topping seperti daging sapi, kambing, ayam, atau seafood seperti udang dan kepiting, Mie Aceh menawarkan pengalaman kuliner yang kaya dan berlapis.

Secara umum, Mie Aceh hadir dalam tiga varian utama, yakni mie kuah, mie goreng, dan mie tumis. Mie kuah memiliki kuah kari kental berwarna kemerahan yang sarat rempah.

BACA JUGA:Udang Scampi : Primadona Laut yang Kian Diminati Pasar Global

BACA JUGA:Semur Daging Empuk dan Gurih, Menu Andalan Pendamping Nasi untuk Segala Suasana

Mie goreng disajikan lebih kering dengan balutan bumbu pekat yang meresap sempurna. Sementara mie tumis berada di antara keduanya, dengan sedikit kuah namun tetap kaya rasa.

Sejarawan kuliner menyebutkan bahwa Mie Aceh merupakan hasil akulturasi budaya yang panjang.

Letak Aceh yang strategis sebagai pintu gerbang perdagangan internasional sejak abad ke-16 menjadikan wilayah ini tempat bertemunya berbagai bangsa, mulai dari Arab, India, hingga Tiongkok.

Pengaruh tersebut tampak jelas pada penggunaan rempah khas Timur Tengah dan teknik memasak yang menyerupai kari India, dipadukan dengan mi yang diyakini mendapat sentuhan budaya Tiongkok.

BACA JUGA:Bolu Kukus Pandan Asli Mekar, Wangi Alami dan Lembut di Lidah

BACA JUGA:Semur Jengkol Gurih Manis, Rahasia Empuk dan Tak Bau Menyengat

“Rempah adalah jiwa dari Mie Aceh. Tanpa racikan bumbu yang tepat, rasanya tidak akan autentik,” ujar Rahmat Hidayat, pemilik warung Mie Aceh legendaris di kawasan Peunayong, Banda Aceh.

Ia mengaku telah meneruskan resep keluarga secara turun-temurun selama lebih dari tiga dekade.

Menurut Rahmat, proses memasak Mie Aceh tidak bisa dilakukan sembarangan. Api harus besar agar mie cepat matang namun tetap kenyal.

Kategori :