Kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi sebagai bagian dari kesehatan otak perlu terus ditingkatkan, baik oleh lansia, keluarga, maupun tenaga kesehatan.
Karena sejatinya, menurut Takeuchi, K., et al dalam artikelnya yang berjudul Tooth loss and risk of dementia in older adults dalam Journal of Dental Research terbitan 2017, menjaga gigi berarti juga menjaga ingatan dan kejernihan berpikir di masa tua.
Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut pada lansia yang praktis, realistis, dan mudah diterapkan lansia.
Yang pertama dan paling utama adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut sehari-hari serta merawat gigi tiruan dengan baik dan benar (bila menggunakan).
Kemudian mengatur pola makan yang ramah gigi. Ini bisa dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, memperbanyak konsumsi buah dan sayur berserat.
BACA JUGA:Generasi Muda dan Tantangan Keselamatan serta Kesehatan Kerja di Dunia Kerja Masa Kini
Lalu minum air putih yang cukup untuk mencegah mulut kering dan menghindari kebiasaan mengemut permen atau makanan manis dalam waktu lama.
Yang tidak kalah penting, mengatasi mulut kering (xerostomia) dengan minum air putih secara teratur, mengunyah permen karet bebas gula untuk merangsang produksi air liur dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila mulut kering disebabkan obat-obatan pemeriksaan gigi rutin.
Penting pula untuk menghentikan kebiasaan buruk seperti tidak merokok atau mengunyah tembakau menghindari penggunaan gigi untuk membuka benda keras.
Dukungan keluarga dan caregiver yaitu dengan keluarga membantu mengingatkan jadwal menyikat gigi dan membantu lansia dengan keterbatasan fisik saat membersihkan gigi juga dibutuhkan.
Termasuk juga mendorong dan menemani lansia ke pelayanan kesehatan gigi serta memberikan edukasi dan promosi Kesehatan.
Tak ketinggalan, mengikuti penyuluhan kesehatan gigi di posyandu lansia atau Puskesmas serta meningkatkan kesadaran bahwa kehilangan gigi bukan bagian normal dari penuaan, melainkan dapat dicegah.**