BACA JUGA:Bansos PKH Tahap 1 Tahun 2026 Belum Cair, Ini Penjelasan Lengkap dan Faktor Penyebabnya
Tujuan Utama Pemberian Bansos PIP 2026
Pemberian Bansos PIP bukan sekadar bantuan tunai, melainkan bentuk intervensi pemerintah agar anak usia sekolah tidak mengalami putus sekolah.
Selain itu, PIP juga menjadi solusi bagi anak-anak yang sempat drop out agar dapat kembali melanjutkan pendidikan.
Melalui Program Indonesia Pintar, pemerintah ingin memastikan bahwa faktor ekonomi tidak lagi menjadi penghalang utama bagi anak-anak Indonesia untuk mengenyam pendidikan yang layak.
7 Syarat Pelajar Penerima Bansos PIP 2026
Tidak semua pelajar otomatis mendapatkan Bansos PIP.
BACA JUGA:Bansos 2026: Cara Mudah Cek Desil di Klik Cekbansos.kemensos.go.id, Ini Penjelasan Lengkapnya
Berdasarkan informasi resmi dari pip.kemdikbud.go.id, berikut 7 syarat utama pelajar penerima Bansos PIP 2026:
Pelajar pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Pelajar berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin
Anak dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH)
Pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
Berstatus yatim piatu, yatim, atau piatu dari panti asuhan/panti sosial
Pelajar terdampak bencana alam, korban musibah, orang tua terkena PHK, memiliki disabilitas, atau berasal dari keluarga dengan lebih dari tiga anak
Peserta didik pada lembaga kursus atau pendidikan nonformal
BACA JUGA:Bansos PKH 2026 Cair Rp3 Juta? Ini 4 Tanda Bantuan PKH Tahap 1 Sudah Masuk Rekening Penerima
BACA JUGA:Bansos 2026: Bantuan PIP SMA Rp1 Juta Segera Cair, Siswa Wajib Cek Link Resmi Sekarang
Cara Cek Penerima Bansos PIP 2026 Secara Online
Pelajar dan orang tua dapat melakukan pengecekan status penerima Bansos PIP 2026 secara mandiri dengan langkah berikut:
Akses laman resmi PIP Kemdikbud
Pilih menu Cari Penerima PIP
Masukkan NISN
Masukkan NIK siswa
Isi kode captcha
Klik Cek Penerima PIP
Jika data siswa muncul, maka siswa tersebut dinyatakan berhak menerima dana PIP sesuai jenjang pendidikannya.
Dengan keberlanjutan Bansos PIP 2026, pemerintah berharap angka putus sekolah dapat ditekan, sekaligus membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak yang sempat terhenti pendidikannya.