Soal Dugaan Pencemaran Lingkungan Minyak PT. SRMD, Begini Penjelasan SKK Migas !

Rabu 11-03-2026,19:50 WIB
Reporter : Yati
Editor : Dahlia

MURATARA, PALPOS.CO - Dugaan pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak dari Oil Storage Tank milik PT Saleraya Merangin Dua (SRMD) di Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kini menjadi perhatian berbagai pihak.

Minyak yang diduga bocor tersebut disebut-sebut mengalir hingga ke aliran sungai dan dikhawatirkan turut mencemari sumber air warga, termasuk sumur di sekitar lokasi.

Menanggapi informasi tersebut, Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Syafei Syafri, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan kebocoran tersebut dan saat ini masih melakukan pengecekan serta koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Menurut Syafei, apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya kebocoran dari pipa atau fasilitas milik PT Saleraya Merangin Dua, maka perusahaan wajib segera melakukan penanganan serta menyelesaikan dampak yang dirasakan masyarakat.

BACA JUGA:Diduga Tumpahan Minyak Tangki Penyimpanan PT SRMD Cemari Sungai dan Sumur Warga di Muratara

BACA JUGA:Heboh! Mobil Anggota Polisi Tabrak Pedagang Sayur

“Jika memang benar terjadi kebocoran dari fasilitas minyak milik Saleraya, tentu harus dilakukan pemeriksaan langsung di lokasi.

Apabila ada warga yang terdampak, maka perusahaan harus segera menangani dan menyelesaikan dampaknya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Berdasarkan informasi awal yang diterima SKK Migas, terdapat satu warga yang diduga terdampak akibat minyak yang mengalir ke sungai tersebut.

Warga tersebut disebut telah mendapatkan penanganan serta kompensasi dari pihak perusahaan.

BACA JUGA:Pasca Kebakaran Bus Medan Jaya Polres Muratara Lakukan Hal Ini Untuk Penumpang

BACA JUGA:Bus Medan Jaya Terbakar di Depan Polres Muratara, Begini Kondisi Puluhan Penumpang !

“Dari laporan sementara, ada satu orang yang terdampak dan sudah diberikan kompensasi serta penanganan oleh perusahaan,” jelasnya.

Selain itu, terkait kekhawatiran warga terhadap ketersediaan air bersih, perusahaan juga disebut tengah menyiapkan langkah penanganan dengan membangun sumur baru bagi masyarakat yang terdampak.

“Untuk kebutuhan air bersih warga, saat ini sedang dipersiapkan pembuatan sumur baru,” tambah Syafei.

Kategori :