Batagor, Kuliner Bandung yang Menggugah Selera dan Tradisi

Sabtu 04-04-2026,08:05 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Bambang

PALPOS.CO – Batagor, singkatan dari Bakso Tahu Goreng, telah menjadi salah satu ikon kuliner khas Kota Bandung yang digemari masyarakat dari berbagai kalangan.

Hidangan ini bukan sekadar makanan ringan, melainkan juga bagian dari sejarah kuliner yang mencerminkan kreativitas masyarakat Sunda dalam memanfaatkan bahan lokal.

Batagor biasanya terbuat dari campuran ikan tenggiri yang dihaluskan dan dicampur dengan tepung tapioka, kemudian digoreng hingga renyah.

Sebelum digoreng, adonan ini sering dibungkus dengan kulit tahu atau dikombinasikan dengan bakso ikan.

BACA JUGA:Seafood Lada Hitam, Tren Kuliner Lezat yang Kian Digemari di Indonesia

BACA JUGA:Ikan Tuna Sambal Matah, Perpaduan Rasa Nusantara yang Kian Digemari

Penyajiannya biasanya dilengkapi dengan saus kacang pedas manis dan taburan bawang goreng. Kombinasi rasa gurih, manis, dan pedas membuat batagor digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Menurut sejarawan kuliner, batagor lahir dari kreativitas pedagang kaki lima di Bandung pada tahun 1960-an.

Pada awalnya, batagor merupakan inovasi dari siomay, makanan yang mirip pangsit kukus.

Pedagang yang kesulitan menjual siomay mentah kemudian mencoba menggorengnya, sehingga terciptalah batagor.

BACA JUGA:Jengkol Balado Kian Populer, Cita Rasa Tradisional yang Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern

BACA JUGA:Cumi Pete Balado Jadi Primadona Kuliner Nusantara, Permintaan Meningkat Tajam

Nama “batagor” sendiri baru populer pada tahun 1970-an, sebagai singkatan dari Bakso Tahu Goreng.

“Batagor adalah contoh nyata bagaimana masyarakat Bandung mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang kuliner.

Dari siomay yang gagal terjual, tercipta hidangan baru yang akhirnya dikenal hingga luar kota,” kata Rina Suryani, seorang pakar kuliner Sunda.

Kategori :