Batagor, Kuliner Bandung yang Menggugah Selera dan Tradisi

Sabtu 04-04-2026,08:05 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Bambang

Seiring berjalannya waktu, batagor mengalami berbagai inovasi. Kini, batagor tidak hanya berbentuk gorengan tahu dengan isian ikan, tetapi juga hadir dalam beberapa variasi, antara lain:

BACA JUGA:Ikan Tuna Balado, Kuliner Tradisional yang Kian Mendunia

BACA JUGA:Terong Balado: Hidangan Sederhana yang Menggugah Selera Masyarakat Indonesia

Batagor Kuah – Batagor disajikan dengan kuah kaldu yang hangat, mirip seperti bakso, sehingga terasa lebih lembut di lidah.

Batagor Pedas Extra – Untuk penikmat rasa pedas, batagor ini disajikan dengan sambal kacang ekstra pedas.

Batagor Keju – Inovasi modern dengan tambahan keju meleleh di atas batagor, cocok bagi generasi muda yang menyukai sensasi baru.

Batagor Kriuk – Tekstur luar yang lebih renyah dan garing, biasanya menggunakan teknik penggorengan ganda untuk mendapatkan kerenyahan maksimal.

Tak hanya itu, beberapa restoran dan pedagang kaki lima kini menambahkan berbagai topping seperti saus mayones, sambal matah, hingga saus BBQ.

Hal ini membuktikan bahwa batagor mampu beradaptasi dengan tren kuliner modern tanpa meninggalkan cita rasa tradisionalnya.

Batagor tidak hanya menjadi camilan favorit, tetapi juga salah satu ikon wisata kuliner Kota Bandung. Banyak wisatawan yang datang ke Bandung sengaja mencari batagor untuk mencicipi rasa asli kota tersebut.

Beberapa tempat legendaris seperti Batagor Kingsley, Batagor Riri, dan Batagor H. Isan menjadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi.

“Batagor selalu menjadi makanan yang mengingatkan saya pada kota kelahiran saya. Rasanya sederhana tapi begitu khas,” ungkap Agus Wijaya, seorang wisatawan dari Jakarta.

Selain itu, batagor juga sering dijadikan oleh-oleh khas Bandung. Kemasan batagor modern kini bisa tahan lebih lama karena menggunakan teknologi vacuum packaging dan pendingin sehingga tetap renyah dan lezat meski dibawa pulang ke luar kota.

Popularitas batagor juga berdampak pada perekonomian lokal. Puluhan pedagang kaki lima hingga restoran skala menengah mampu hidup dan berkembang karena hidangan ini.

Industri pendukung seperti penjual ikan, tahu, dan kacang tanah juga merasakan efek positifnya.

Menurut data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung, omzet pedagang batagor dapat mencapai jutaan rupiah per hari, terutama di lokasi-lokasi strategis seperti pusat kota, dekat kampus, dan kawasan wisata.

Kategori :