Sejumlah pelaku UMKM juga melihat peluang besar dalam bisnis fish roll. Dengan modal yang tidak terlalu besar, mereka mampu memproduksi fish roll dalam skala rumahan.
BACA JUGA:Tren Kuliner Nusantara, Iga Sapi Bakar Kian Digemari Masyarakat
BACA JUGA:Sayap Ayam Madu Panggang Kian Populer, Perpaduan Manis dan Gurih yang Menggoda Selera
Inovasi rasa menjadi kunci utama untuk menarik minat konsumen. Beberapa varian yang populer antara lain fish roll isi keju, sayuran, sosis, hingga varian pedas yang disesuaikan dengan selera lokal.
“Permintaan terus meningkat, terutama dari kalangan ibu rumah tangga dan pekerja yang mencari makanan praktis namun tetap sehat,” ujar salah satu produsen fish roll rumahan.
Ia menambahkan bahwa pemasaran melalui media sosial sangat membantu dalam memperluas jangkauan pasar, bahkan hingga ke luar kota.
Tidak hanya dari sisi rasa dan kepraktisan, tampilan fish roll yang menarik juga menjadi daya tarik tersendiri.
Bentuk gulungan yang rapi dengan warna-warni isian membuatnya terlihat menggugah selera, terutama bagi anak-anak.
Hal ini turut membantu orang tua dalam mengenalkan konsumsi ikan kepada anak sejak dini.
Namun demikian, para ahli gizi mengingatkan agar konsumen tetap memperhatikan cara pengolahan fish roll.
Penggunaan minyak berlebih dalam proses penggorengan dapat mengurangi nilai kesehatan dari makanan tersebut.
Sebagai alternatif, metode pengukusan atau pemanggangan disarankan untuk menjaga kandungan nutrisi tetap optimal.
Di sisi lain, pemerintah melalui berbagai program juga mendorong peningkatan konsumsi ikan nasional.
Produk seperti fish roll dinilai mampu menjadi solusi kreatif untuk mengatasi rendahnya minat makan ikan di beberapa daerah.
Dengan pengolahan yang menarik dan rasa yang disukai, fish roll diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi masyarakat secara keseluruhan.
Ke depan, prospek fish roll diprediksi akan terus berkembang, terutama dengan dukungan inovasi produk dan strategi pemasaran digital.