MARTAPURA, PALPOS.CO - Sebanyak 11 pegawai di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura resmi menerima kenaikan pangkat.
Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, diawali dengan apel bersama yang diikuti seluruh jajaran.
Momentum kenaikan pangkat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura periode April 2026 ini tak sekadar seremoni rutin.
Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa dedikasi, loyalitas, dan konsistensi dalam bekerja tetap menjadi tolok ukur utama dalam sistem pembinaan aparatur.
BACA JUGA:Pil Ekstasi Unik Ditemukan di OKU Timur, 3 Pemuda Pengecernya Diringkus
BACA JUGA:Perkuat Layanan Posbankum Desa, Kemenkum Sumsel Lakukan Sosialisasi di OKU Timur
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Abas Ruchandar, Abas Ruchandar, A.Md.IP., S.Sos., M.A.P., yang menyampaikan pesan tegas terkait makna di balik kenaikan pangkat tersebut.
Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan bentuk apresiasi negara atas integritas dan kinerja nyata para pegawai di tengah tantangan tugas pemasyarakatan yang semakin kompleks.
“Ini bukan sekadar penghargaan, tapi juga tanggung jawab baru. Harus ada peningkatan kinerja, disiplin, dan profesionalisme,” tegasnya, Selasa (21/4).
Prosesi penyematan tanda pangkat berlangsung tertib dan penuh khidmat.
BACA JUGA:2 Tahun Buron, Pelaku Begal Modus Ngaku Polisi Akhirnya Diciduk Polisi
BACA JUGA:Akreditasi Dua RSUD di OKU Timur Terancam Turun, Gerindra Beri Warning Keras
Satu per satu pegawai menerima simbol kenaikan pangkat, disusul dengan tradisi penyiraman air bunga sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar karier yang dijalani membawa keberkahan dan kesuksesan.
Adapun 11 pegawai yang menerima kenaikan pangkat tersebut yakni Jupriono, Ahmad Irvan Fadhil, Ni Putu Rahayu, Riski Ali Akbar, Gagas Irfan Adter, Imam Muhaimin, Ricky Desparado Banderas, Ridho Firman Syah, Riki Purnomo, Riki Syaputra, dan Adrian Pandu Negara.
Suasana semakin hangat saat seluruh jajaran memberikan ucapan selamat. Kebersamaan dan solidaritas tampak kuat, mencerminkan kekompakan internal yang menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas kerja di lingkungan Lapas.