Lisa, pendamping peserta pantomim FLS3N mewakili Kecamatan Sako dari SDN 113 Palembang, mengaku awalnya belum terlalu memahami seni pantomim.
Namun setelah mendampingi siswa mengikuti lomba, ia mulai memahami bahwa pantomim mampu melatih kreativitas dan rasa percaya diri anak.
“Awalnya saya kurang familiar dengan pantomim, tetapi setelah dipelajari ternyata sangat menarik dan bagus untuk melatih ekspresi anak-anak,” katanya.
Sementara itu, peserta lomba Kenando Ibnu Akbar dan Muhammad Fattan Asraflillah mengaku sempat mengalami kesulitan saat pertama belajar pantomim.
“Awalnya bingung, tapi setelah belajar terus akhirnya paham dan ternyata pantomim itu menarik,” ujar mereka.
Kini, seni pantomim tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan kreativitas yang terus berkembang di kalangan generasi muda Kota Palembang.