Foto dan video yang menampilkan proses memasak tradisional hingga penyajian autentik membuat makanan ini semakin dikenal luas.
BACA JUGA:Gulai Belacan Kembali Naik Daun, Kuliner Tradisional Nusantara Diminati Generasi Muda
BACA JUGA:Sate Jando, Kuliner Khas Sunda yang Kian Digemari Generasi Muda
Sejumlah pelaku usaha kuliner juga mulai menghadirkan inovasi pada menu mie sagu.
Jika sebelumnya mie sagu identik dengan sajian tradisional, kini hadir berbagai varian modern seperti mie sagu seafood, mie sagu kuah kari, hingga mie sagu goreng kekinian yang disesuaikan dengan selera anak muda.
Inovasi tersebut dinilai berhasil memperluas pasar tanpa menghilangkan identitas asli kuliner tradisional.
Menurut pengamat kuliner lokal, meningkatnya minat masyarakat terhadap mie sagu tidak lepas dari kesadaran akan pentingnya pangan lokal.
Ketergantungan terhadap gandum impor membuat banyak pihak mulai mencari alternatif bahan pangan nusantara yang lebih berkelanjutan.
Sagu dianggap sebagai salah satu sumber karbohidrat potensial yang dapat mendukung ketahanan pangan nasional.
Selain itu, mie sagu juga dikenal memiliki kandungan gluten yang rendah sehingga cocok dikonsumsi oleh sebagian orang yang memiliki sensitivitas terhadap gluten.
Kandungan karbohidrat dalam sagu mampu memberikan energi cukup tinggi, sementara proses pengolahannya relatif sederhana dan minim bahan tambahan kimia.
Pemerintah daerah di beberapa wilayah penghasil sagu pun mulai aktif mempromosikan mie sagu sebagai ikon wisata kuliner.
Festival makanan tradisional, pelatihan UMKM, hingga promosi digital dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi produk berbasis sagu.
Langkah tersebut sekaligus bertujuan menjaga keberlangsungan budaya kuliner lokal agar tidak hilang tergerus zaman.
Di Kepulauan Meranti misalnya, mie sagu telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat. Banyak keluarga yang mewariskan resep pengolahan mie sagu secara turun-temurun.
Tidak hanya dijual di warung tradisional, kini produk mie sagu kemasan juga mulai dipasarkan ke berbagai kota besar di Indonesia.