BATURAJA, PALPOS.CO – Langkah taktis Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu dalam mengoperasikan infrastruktur kesehatan baru di tingkat tapak menyisakan persoalan pelik.
Tekanan publik dan sorotan hukum dari Kejaksaan Negeri OKU memaksa Dinas Kesehatan setempat membuka pelayanan Pusat Kesehatan Desa (Pustu) Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat.
Gedung yang selesai dibangun pada Desember 2025 dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp854.322.149 tersebut kini mulai ditempati oleh dua orang bidan desa, yaitu Herliza dan Etrilia.
Kendati pintu bangunan telah terbuka untuk masyarakat sejak dua minggu lalu, aktivitas pelayanan di dalam gedung bermaterial beton kokoh ini berjalan dalam keterbatasan yang ekstrem.
BACA JUGA:Febrita Deru Puji Kinerja TP PKK OKU, Karena Banyak Prestasi
BACA JUGA:Berkas Kasus Pembunuhan di Lengkiti OKU Dilimpahkan Ke Kejari
Fasilitas kesehatan yang dirancang memiliki 11 ruang fungsional tersebut rupanya belum dilengkapi dengan instalasi penunjang medis yang memadai dari dinas terkait.
Berdasarkan pantauan di lokasi tapak, seluruh perangkat mebel, meja, kursi, hingga obat-obatan yang ada saat ini merupakan barang pinjaman temporer dari Puskesmas induk.
Ironi terbesar dari pengoperasian gedung baru ini terletak pada tidak tersedianya pasokan air bersih yang menjadi syarat mutlak sanitasi medis.
Fasilitas sumur yang disediakan di area Pustu sama sekali tidak dapat digunakan untuk mendukung aktivitas pelayanan harian karena buruknya kualitas air bawah tanah.
BACA JUGA:Dewan Desak Dinas PUPR OKU Segera Lakukan Normalisasi Drainase di Kelurahan Sekarjaya
BACA JUGA:BPBD OKU Evakuasi Pohon Tumbang di Jembatan Ogan
Saat mesin sanyo dicoba, air yang keluar dari jaringan pipa tampak berwarna pekat dan bercampur lumpur, menyerupai warna susu cokelat.
Akibat krisis sanitasi ini, petugas medis yang berjaga terpaksa harus mengandalkan pasokan air bersih pemberian dari warga sekitar demi kebutuhan dasar selama jam kerja.
Akses untuk menyambung jaringan pipa air bersih atau ledeng menuju ke gedung baru tersebut juga terhambat jarak yang cukup jauh dari jalur utama desa.