Cegah Risiko Kecelakaan Kerja, Disnaker Prabumulih Latih 30 Perusahaan Soal First Aid

Minggu 23-08-2026,14:04 WIB
Reporter : Prabu
Editor : Bambang

"Kegiatan ini juga merupakan atensi dari Direktur Pengawasan K3 Kemenaker," imbuhnya.

BACA JUGA:Kebakaran Lokasi Diduga Penimbunan BBM di Prabumulih, Polisi Amankan Barang Bukti

BACA JUGA:Tinjau Mako Polsek Prabumulih Barat, AKBP Gunarto Tekankan Respons Cepat Aduan Warga

Sanjay menambahkan, kemampuan memberikan pertolongan pertama menjadi hal yang penting dimiliki pekerja, khususnya mereka yang berada di lingkungan perusahaan.

Sebab, kecelakaan kerja maupun kondisi darurat bisa terjadi kapan saja dan membutuhkan penanganan awal yang cepat serta tepat.

Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya diberikan pengetahuan secara teori, tetapi juga diharapkan memahami prosedur Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sesuai dengan standar yang berlaku.

Dengan bekal tersebut, perwakilan perusahaan nantinya dapat menjadi salah satu tenaga yang mampu memberikan pertolongan awal apabila terjadi kecelakaan kerja, cedera, atau kondisi darurat lainnya sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

"Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan pertolongan pertama, memberikan pemahaman prosedur P3K sesuai standar, serta memastikan kesiapan dalam menangani cedera dan keadaan darurat di tempat kerja sehingga dapat mengurangi risiko cedera lebih lanjut," jelas Sanjay.

Suami Hj Nurlisna anggota DPRD Kota Prabumulih itu menilai, pemahaman mengenai P3K masih perlu terus ditingkatkan di tengah masyarakat maupun pekerja.

Pasalnya, dalam kondisi panik ketika melihat seseorang mengalami kecelakaan atau tiba-tiba tidak sadarkan diri, masih ada tindakan spontan yang justru berpotensi keliru.

Salah satu contoh yang sering terjadi adalah ketika seseorang pingsan, orang di sekitarnya langsung memberikan minuman.

Padahal, menurut Sanjay, tindakan tersebut tidak selalu tepat dan perlu disesuaikan dengan kondisi korban.

"Selama ini kita sering salah, misalnya ada yang pingsan langsung diberi minum, padahal itu tidak benar.

Nah, melalui pelatihan ini kita berharap dapat memberikan pemahaman tentang P3K," katanya.

Karena itu, Disnaker Kota Prabumulih berharap peserta yang mengikuti pelatihan nantinya dapat memahami langkah-langkah pertolongan pertama secara benar dan tidak lagi mengandalkan kebiasaan atau informasi yang belum tentu sesuai dengan prosedur keselamatan.

Keberadaan petugas atau pekerja yang memiliki kemampuan P3K di setiap perusahaan dinilai penting untuk memastikan respons awal ketika terjadi keadaan darurat.

Kategori :