JP Morgan Beri Pandangan Overweight untuk Saham BBRI

Kamis 03-09-2026,19:50 WIB
Reporter : Septi
Editor : Bambang

Rasio non-performing loan (NPL) turun tipis menjadi 2,9%, sedangkan coverage ratio relatif stabil di level 180%.

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Aceh: Wacana Provinsi Aceh Leuser Antara Bagian Perjuangan Panjang Masyarakat Lokal

BACA JUGA:Semarak Gempita GasKita 2026, PGN Palembang Gelar Edukasi Gas Bumi hingga Tebus Murah Sembako

Loans at risk (LAR) turun 52 bps secara kuartalan menjadi 9,2%, sementara LAR coverage meningkat menjadi 57%.

“Penyaluran Kupedes kembali mengalami percepatan setelah mencapai titik terendah, menjadi Rp15,6 triliun pada kuartal II-2026 dibandingkan Rp15 triliun pada kuartal I-2026.

Ini kenaikan kuartalan pertama dalam enam kuartal yang cukup menjanjikan,” dikutip dari riset yang sama.

Namun, kemampuan BBRI meneruskan kenaikan cost of funds kepada debitur relatif terbatas.

Hal ini karena sebagian besar portofolio kredit perseroan terdiri dari pinjaman dengan suku bunga tetap dan semi-tetap.

Di sisi lain, BBRI tengah meningkatkan pertumbuhan kredit korporasi yang memiliki yield lebih rendah. Kondisi tersebut diperkirakan dapat memberikan tekanan terhadap NIM atau NIM compression.

“Namun, sebagian besar penurunan tersebut tampaknya sudah tercermin dalam harga saham (priced in) sejak munculnya kabar mengenai penurunan loan yield PNM,” dikutip dari riset JP Morgan.

JP Morgan menilai pemangkasan besar terhadap proyeksi konsensus pasar dalam beberapa hal dapat menjadi clearing event, setidaknya dalam jangka pendek. Kondisi tersebut berpotensi membuat revisi turun terhadap proyeksi berhenti sementara.

Jika dikombinasikan dengan valuasi yang berada di bawah minus dua standar deviasi (-2SD), kondisi tersebut berpotensi memicu rebound atau reli taktis pada saham BBRI.

“BBRI memiliki modal yang melebihi kebutuhan pertumbuhan. Oleh karena itu, kami memperkirakan rasio pembagian dividen (payout ratio) akan tinggi,” dikutip dari riset JP Morgan.

Adapun JP Morgan menetapkan target harga saham BBRI sebesar Rp3.400 per saham untuk Juni 2027.

Proyeksi tersebut didasarkan pada fair price to book value (P/BV) sebesar 1,24 kali yang diperoleh melalui metode dividend discount model.

Asumsi yang digunakan mencakup normalized return on equity (RoE) sebesar 17,4%, risk-free rate 7%, cost of capital 15,4%, dan terminal growth rate 7%.

Kategori :