Cost of credit juga turun dari 3,4% menjadi 3,1%.
Perbaikan tersebut berjalan bersamaan dengan peningkatan pendapatan. Net interest income (NII) BRI tumbuh 9,9% secara tahunan menjadi Rp80,5 triliun, sedangkan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) meningkat 12,8% menjadi [angka belum tercantum dalam naskah sumber].
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian global yang masih tinggi, BRI mampu menjaga momentum pertumbuhan yang sehat, memperbaiki kualitas aset, serta memperkuat profitabilitas.
“Transformasi yang kami jalankan secara konsisten sejak manajemen baru hadir di BRI mulai menunjukkan hasil yang positif.
Kami melakukan penguatan dari sisi bisnis, budaya dan efisiensi, digitalisasi, hingga manajemen risiko yang tetap kuat. Transformasi ini membuat BRI semakin produktif dan mampu menjaga pertumbuhan secara sehat,” ujarnya.