JP Morgan Beri Pandangan Overweight untuk Saham BBRI

Kamis 03-09-2026,19:50 WIB
Reporter : Septi
Editor : Bambang

Senada, BNI Sekuritas turut memberikan pandangan positif terhadap saham BBRI dengan target harga Rp4.500 per saham dalam horizon tiga bulan.

Menurut BNI Sekuritas, valuasi BBRI relatif murah dengan forward PBV satu tahun sebesar 1,4 kali dan forward PE satu tahun sebesar 8 kali.

Masing-masing berada sekitar dua standar deviasi di bawah rata-rata lima tahun.

“Sementara itu, kekhawatiran terhadap kualitas aset tampaknya mulai mereda, tercermin dari tren penurunan pembentukan NPL,” dikutip dari riset BNI Sekuritas yang disusun Yulinda Hartanto, Ilham Firdaus, dan Vera Yap pada 31 Agustus 2026.

Double Digit Sebelumnya, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Hery Gunardi menyebut pertumbuhan bisnis BBRI kembali menguat pada semester I-2026. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan laba yang mencapai 17,5% secara tahunan.

Hery menilai kinerja tersebut menunjukkan momentum pertumbuhan BRI telah kembali, dengan tetap menjaga kualitas pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian.

“Kinerja kami, growth is back, strong, bisa dilihat pertumbuhan laba yang cukup bagus, kualitas pertumbuhan dari sisi disiplin pertumbuhan tetap kami jaga dan kami yakin ke depan,” kata Hery dalam konferensi pers Paparan Kinerja Triwulan II 2026 secara daring, Senin (31/8/2026).

Hingga semester I-2026, BBRI mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% secara tahunan.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang peningkatan bisnis, perbaikan kualitas aset, serta efisiensi yang dilakukan perseroan.

Total aset BBRI mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7% secara tahunan. Sementara itu, kredit tumbuh lebih agresif sebesar 16,2% menjadi Rp1.646 triliun.

Sebagai bank dengan fokus utama pada sektor UMKM, portofolio kredit segmen tersebut tetap mendominasi dengan nilai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6% secara tahunan.

BBRI juga melakukan diversifikasi melalui pertumbuhan kredit konsumer, small and medium, komersial, dan korporasi.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BRI meningkat 6,7% secara tahunan menjadi Rp1.580,7 triliun.

Pertumbuhan terutama berasal dari dana murah. Giro tumbuh 8,5% dan tabungan 11,3%, sedangkan deposito hanya tumbuh 0,2%.

Komposisi tersebut membuat rasio CASA meningkat dari 65,5% menjadi 67,6%. Perbaikan struktur pendanaan juga menekan cost of fund bank only dari 3% pada kuartal II-2025 menjadi 2,4% pada kuartal II-2026.

Dari sisi kualitas aset, rasio NPL BRI membaik dari 3,07% menjadi 2,9%. Sementara itu, LAR turun dari 9,6% pada Desember 2025 menjadi 9,1% pada Juni 2026.

Kategori :