Triumph Thruxton 400 vs Tracker 400: Selisih Rp6 Juta, Pilih Mana?

Minggu 11-10-2026,09:24 WIB
Reporter : Koer
Editor : Bambang

Desainnya mengadopsi karakter café racer dengan perpaduan bodi kompak, fairing depan mini, serta detail yang mempertegas nuansa motor balap klasik .

BACA JUGA:Honda NS125FX Bikin Penasaran, Skutik Futuristis Harga Rp23 Jutaan!

BACA JUGA:Triumph Thruxton 400 Resmi di Indonesia, Cafe Racer 398cc Harga Rp188 Juta.

Salah satu ciri khasnya terletak pada penggunaan setang rendah model clip-on. 

Posisi tersebut dipadukan dengan pijakan kaki yang cenderung lebih mundur sehingga menghasilkan ergonomi berkendara lebih sporty.

Tampilan Thruxton 400 juga diperkuat spion model bar-end yang memberikan kesan klasik sekaligus agresif.

Bukan sekadar motor untuk berkeliling kota, desainnya juga cocok bagi pengendara yang ingin tampil beda ketika berkumpul bersama komunitas atau melakukan perjalanan akhir pekan.

Karakter Thruxton 400 semakin terasa melalui penggunaan ban jalan raya Pirelli Diablo Rosso IV sesuai spesifikasi yang dicantumkan. 

Ban tersebut mempertegas orientasinya pada penggunaan aspal dengan gaya berkendara sporti.

Singkatnya, Thruxton 400 menawarkan perpaduan gaya klasik dan karakter sporty untuk yang ingin tampil elegan tanpa kehilangan aura balap.

Triumph Tracker 400, Tampang Minimalis dengan DNA Balap Tanah

Kalau Thruxton 400 tampil elegan, Triumph Tracker 400 justru punya pesona yang lebih liar dan kasual.

Motor ini terinspirasi dari dunia balap flat track, yakni kompetisi balap motor di lintasan berbentuk oval yang umumnya menggunakan permukaan tanah atau material lepas.

Inspirasi tersebut terlihat dari desain bodinya yang minimalis, setang lebar, pelat nomor samping, serta pelindung lampu yang memperkuat identitasnya.

Tidak banyak ornamen yang membuat tampilannya terlihat berlebihan. Justru kesederhanaan desain itulah yang menjadi daya tarik Tracker 400.

Penggunaan setang lebar juga menghasilkan posisi berkendara lebih tegak dibandingkan Thruxton 400. 

Kategori :