Triumph Thruxton 400 dan Tracker 400 membuktikan bahwa dua motor dengan basis mesin serupa bisa menawarkan pengalaman yang berbeda.
Thruxton 400 lebih menonjolkan pesona café racer dengan setang rendah, fairing mini, dan karakter sporty.
Sebaliknya, Tracker 400 hadir dengan gaya flat track, setang lebar, serta ergonomi yang cenderung lebih tegak.
Dari sisi harga, Tracker 400 memiliki keunggulan dengan banderol Rp182 juta, atau Rp6 juta lebih murah daripada Thruxton 400 yang dijual Rp188 juta OTR Jakarta berdasarkan data yang tersedia.
Jadi, mana yang lebih worth it?
Kalau anda mengutamakan tampilan café racer klasik dengan aura balap jalan raya, Thruxton 400 layak dilirik.
Namun, jika lebih menyukai desain minimalis dengan posisi berkendara tegak, Tracker 400 bisa menjadi pilihan yang lebih menarik.
Mesinnya satu keluarga, tetapi gaya dan karakternya berbeda. Sekarang tinggal pilih: tim café racer atau tim flat tracker?