Karakter ini berpotensi memberikan kenyamanan lebih saat menghadapi lalu lintas perkotaan, terutama ketika pengendara harus sering bermanuver pada kecepatan rendah.
Ban dengan pola tapak bergaya flat track semakin mempertegas karakter visualnya.
Namun, jangan langsung menganggap Tracker 400 sebagai motor trail.
Inspirasi desain flat track tidak otomatis membuatnya cocok untuk medan off-road berat.
Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan karakter ban dan kemampuan motor.
Bagi yang bosan dengan desain naked bike konvensional, Tracker 400 menawarkan alternatif dengan tampilan unik dan posisi berkendara yang lebih tegak.
Mesin Sama-sama 398 cc, Apakah Performanya Juga Identik?
Inilah bagian yang menarik!Triumph Thruxton 400 dan Tracker 400 sama-sama menggunakan mesin satu silinder 398 cc dari keluarga TR Series.
Artinya, keduanya berbagi basis mekanis yang serupa.Meski begitu, kesamaan kapasitas mesin tidak otomatis menjamin seluruh karakter performanya identik.
Pengaturan mesin, pemetaan elektronik, bobot, dan komponen pendukung dapat memengaruhi respons ketika motor digunakan.
Karena itu, perbandingan keduanya tidak cukup hanya melihat angka kapasitas mesin.
Untuk penggunaan sehari-hari, faktor seperti respons gas, kenyamanan ergonomi, kemampuan bermanuver, dan karakter ban juga berpengaruh terhadap pengalaman berkendara.
Fitur Modern Bukan Sekadar Jual Tampilan
Walaupun sama-sama membawa desain bernuansa klasik, Triumph Thruxton 400 dan Tracker 400 tetap dibekali teknologi modern.
Berikut beberapa fitur yang menjadi nilai tambahnya:
-Ride-by-wire: menggunakan kontrol gas elektronik untuk mengatur respons mesin.