Pertamina Drilling Gaungkan Semangat Inovasi dan Transisi Energi di UGM
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, hadir sebagai dosen tamu di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.-Foto:dokumen palpos-
Avep juga memaparkan bahwa permintaan energi Indonesia diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen per tahun hingga 2034, seiring dengan meningkatnya populasi, pertumbuhan industri, serta ambisi menuju ekonomi maju pada tahun 2045.
Sementara itu, energi terbarukan tumbuh lebih cepat, yakni sekitar 11 persen per tahun.
Namun, di tengah pergeseran global menuju energi bersih, sektor migas tetap memainkan peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Di sinilah peran perusahaan pengeboran seperti Pertamina Drilling menjadi krusial, memastikan produksi migas tetap berkelanjutan sambil mendukung agenda transisi energi nasional,” ujarnya.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Pertamina Drilling kini telah berevolusi menjadi perusahaan jasa pengeboran dan energi terintegrasi.
Dengan 58 armada rig aktif, menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara, serta lebih dari 110 layanan penunjang, perusahaan ini melayani berbagai perusahaan migas nasional maupun internasional.
Mulai dari Exxon, Medco, EMP, hingga perusahaan-perusahaan geothermal di Indonesia, Pertamina Drilling terus memperluas jangkauannya.
Bahkan, perusahaan kini telah mengembangkan operasi di Malaysia dan Timor Leste, serta membuka peluang bisnis di Irak, Aljazair, dan Taiwan.
“Kami ingin menjadi mitra strategis yang tak hanya handal dalam operasional, tapi juga menjadi bagian dari solusi energi masa depan Indonesia,” jelas Avep.
Dalam mendukung peran tersebut, Avep menegaskan bahwa keberlanjutan hanya dapat dicapai melalui inovasi.
Ia menjabarkan sejumlah program unggulan yang dikembangkan Pertamina Drilling, di antaranya IDESS (Integrated Drilling Engineering & Supervisory Services), sistem yang berhasil menekan biaya pengeboran hingga 13 persen tanpa mengorbankan keselamatan dan kualitas kerja.
Kemudian, ERRA (Extended Reach Reservoir Access) yakni teknologi yang memungkinkan peningkatan produksi tanpa perlu membangun rig baru.
ICESS (Integrated CCS/CCUS Engineering & Supervisory Services) merupakan solusi pendukung untuk proyek penangkapan dan penyimpanan karbon di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

