Amat dan Harapan yang Tumbuh dari Kandang Ayam Samping Rumah
Amat dan Harapan yang Tumbuh dari Kandang Ayam Samping Rumah-Foto:Dokumen Palpos-
Ayam dipilih dalam kondisi siap bertelur agar masyarakat dapat lebih cepat merasakan hasil program.
Semula, ayam diperkirakan mulai bertelur sekitar hari ke-24. Namun, dalam pelaksanaannya, ayam telah mulai bertelur pada hari ke-16.
BACA JUGA:Satu Hati, Honda Peduli, Astra Motor Sumsel Bagikan 5.000 Masker untuk Masyarakat Sumsel
BACA JUGA:Bansos 2026: Syarat dan Cara Daftar Bansos PKH Ibu Hamil Rp750 Ribu, Cek Jadwal Pencairannya
Hingga 31 Agustus 2026, atau 23 hari setelah distribusi, ayam telah mampu beradaptasi dan mulai menghasilkan telur.
Produksi yang lebih cepat ini mendapat respons positif dari para penerima manfaat.
Sebab, selain menjadi tambahan pangan keluarga, mulai berproduksinya ayam menjadi pemantik semangat untuk mengembangkan usaha sehingga ke depan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar, termasuk bagi Amat dan keluarganya.
Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengungkapkan, mulai bertelurnya ayam bantuan tersebut menunjukkan bahwa program yang dijalankan bersama masyarakat telah memasuki tahap penting, yakni menghasilkan manfaat ekonomi secara langsung.
"Kami bersyukur program budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau mulai menunjukkan perkembangan positif. Ayam-ayam yang sebelumnya kami berikan sebagai bagian dari dukungan awal, kini sudah mulai bertelur.
Ini merupakan langkah awal yang baik karena masyarakat mulai dapat merasakan hasil dari usaha yang mereka kelola sendiri,” ujar Eko.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat juga merupakan proses membangun kemampuan dan kemandirian masyarakat agar usaha yang dikembangkan dapat terus berjalan dalam jangka panjang.
“Yang ingin kami bangun adalah ekosistem usaha yang dapat tumbuh secara mandiri. Karena itu, selain memberikan ayam dan sarana pendukung, PTBA juga memberikan pelatihan serta pendampingan.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha ini secara berkelanjutan,” tutur Eko.
Senada, Sustainability Division Head PTBA Dedy Saptaria Rosa mengatakan, mulai berproduksinya ayam petelur menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, termasuk dalam pengelolaan produksi, pemeliharaan kesehatan ayam, hingga pemasaran telur.
Dedy menambahkan, pengembangan budidaya ayam petelur juga memiliki nilai strategis karena tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi turut mendukung ketersediaan sumber pangan bergizi di tingkat lokal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




