Iklan Astra Motor

Sop Buntut : Kuliner Tradisional yang Tak Pernah Kehilangan Pesonanya

Sop Buntut : Kuliner Tradisional yang Tak Pernah Kehilangan Pesonanya

Hangatnya kuah, lembutnya daging, nikmatnya sop buntut rasa yang tak lekang oleh waktu.-Fhoto: Istimewa-

Salah satunya adalah Sop Buntut Pak Slamet di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Pak Slamet menceritakan bahwa banyak pelanggannya yang datang secara rutin setiap minggu.

“Mereka datang bukan hanya karena rasanya, tapi juga karena rasa nostalgia. Sop buntut selalu mengingatkan mereka pada masakan rumah,” jelasnya.

BACA JUGA:Ayam Pop: Cita Rasa Khas Minangkabau yang Mendunia

BACA JUGA:Sensasi Pedas dan Gurih: Cumi Lada Hitam Jadi Primadona Kuliner Laut

Selain itu, inovasi dalam penyajian sop buntut juga semakin beragam. Beberapa restoran modern menggabungkan sop buntut dengan cita rasa internasional, seperti menambahkan saus lada hitam ala Barat atau bumbu kari khas India.

Ada juga versi sop buntut bakar, di mana ekor sapi terlebih dahulu dibakar hingga matang sebelum direbus, sehingga menghasilkan aroma yang lebih khas.

Menurut Chef Lina dari restoran Buntut Bakar Nusantara, inovasi ini membantu menarik generasi muda yang cenderung mencari pengalaman kuliner baru.

Sop buntut tidak hanya digemari karena rasanya, tetapi juga karena manfaat kesehatannya. Ekor sapi mengandung kolagen yang baik untuk kesehatan kulit dan sendi.

Selain itu, kuah sop buntut yang kaya akan sayuran seperti wortel, kentang, dan seledri, menjadikannya sumber nutrisi yang seimbang.

Beberapa ahli gizi menekankan bahwa sop buntut bisa menjadi pilihan makanan yang menyehatkan selama tidak dikonsumsi berlebihan dan tetap mengontrol kadar lemak.

Fenomena sop buntut juga mencerminkan cara masyarakat Indonesia menjaga tradisi kuliner.

Banyak keluarga yang secara rutin memasak sop buntut saat acara tertentu, seperti ulang tahun, reuni keluarga, atau perayaan hari besar.

Hidangan ini dianggap spesial karena proses pembuatannya yang memakan waktu dan bahan baku yang relatif mahal dibandingkan daging sapi biasa.

“Memasak sop buntut itu butuh kesabaran. Tapi saat keluarga berkumpul dan menikmati hidangan ini, semua lelah itu terasa terbayar,” kata Ibu Ratna, seorang ibu rumah tangga di Bekasi.

Selain di dalam negeri, sop buntut juga mulai dikenal di mancanegara. Restoran Indonesia di luar negeri, khususnya di Singapura, Malaysia, dan Belanda, mulai menyajikan sop buntut sebagai menu andalan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: