Tips Membuat Pembukuan Keuangan Usaha Untuk UMKM

Tips Membuat Pembukuan Keuangan Usaha Untuk UMKM

Ilustrasi pembukuan keuangan usaha UMKM-Palpos.id-dokumen Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID - Kapan sebuah perusahaan atau bisnis dapat dikatakan dalam keadaan sehat atau tidak? Sehat atau tidaknya sebuah bisnis, baik itu bisnis besar maupun bisnis kecil ataupun hanya sebuah UMKM dapat dilihat dari laporan keuangan atau financial report yang dimilikinya.

Selain laporan, sebuah bisnis harus memiliki pencatatan keuangan sebagai laporan transaksi yang terjadi. Laporan dan catatan keuangan berfungsi sebagai tolak ukur kesuksesan sebuah bisnis.

Pencatatan keuangan masa kini tidak hanya dapat dilakukan secara tertulis, namun dapat pula melalui aplikasi pencatat keuangan usaha.

Pencatatan keuangan digunakan sebagai pelaporan transaksi yang terjadi dalam harian, mingguan, dan bulanan.

BACA JUGA:Tingkatkan Brand dan Digitalisasi Bisnis UMKM

Hasil catatan pada aplikasi pencatat keuangan usaha tersebut, akan menjadi sebuah financial report bagi bisnis yang Anda miliki. Laporan dari aplikasi pencatat keuangan usaha  tersebutlah yang menjadi acuan untuk melihat kondisi bisnis yang tengah dijalankan.

Pencatatan sangat penting, terlebih untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Banyak pelaku bisnis pemula yang sering melupakan catatan keuangan bisnis yang sedang mereka jalankan.

Ketika usaha Anda semakin maju dan membutuhkan modal, ketika melakukan pengajuan pinjaman ke bank, laporan keuangan bisnis Anda lah yang akan dilihat oleh pihak perbankan.

Oleh karena itu, Anda harus rapi melakukan pencatatan keuangan secara berkala dari awal. Aplikasi pencatat keuangan usaha dapat menjadi solusi bagi bisnis Anda.

BACA JUGA:Pengusaha UMKM di Muara Enim Didorong Lebih Bersaing

Sebagai pelaku bisnis, maka Anda dituntut untuk bisa membuat sebuah pencatatan dan financial report. Meskipun Anda bukanlah seorang lulusan jurusan akuntansi, tetapi pencatatan dan laporan keuangan harus Anda pelajari secara otodidak.

Hasil dari financial report tersebutlah yang akan menjadi acuan untuk menerapkan sebuah strategi selanjutnya. Tanpa adanya financial report, maka akan sulit menentukan sebuah strategi yang bisa diterapkan untuk bisnis yang Anda jalankan.

Jenis Laporan Keuangan

Financial report bukan hanya ada sejenis, tetapi ada beberapa jenis financial report dengan fungsi yang berbeda-beda. Sebagai orang yang awam terhadap pencatatan keuangan, yuk kita sama-sama pelajari jenis-jenis dari financial report tersebut.

        Laporan Laba Rugi

Hampir semua perusahaan besar, kecil, maupun UMKM harus memiliki laporan laba rugi. Laporan ini merupakan sebuah informasi yang memperlihatkan bagaimana kondisi bisnis yang tengah berjalan. Laporan laba rugi dibuat dalam periode tertentu. Baik itu periode bulanan, per semester, maupun periode tahunan.

BACA JUGA:Gubernur Deru Libatkan HDCI Geliatkan UMKM di Ajang Sriwijaya Gran Fondo

Fungsi dari laporan ini untuk mengetahui apakah bisnis rugi atau untung dalam periode tersebut. Jika pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, maka bisnis yang anda jalankan dikatakan rugi, tetapi apabila sebaliknya, maka bisnis Anda jalankan dalam keadaan untung.

        Laporan Perubahan Modal

Laporan berikutnya yang masuk dalam jenis financial report sebuah bisnis adalah laporan perubahan modal. Laporan ini merupakan jenis laporan yang menunjukan jumlah modal yang digunakan dalam bisnis anda, termasuk modal saat awal anda mendirikan bisnis. Setiap perubahan modal, harus dimasukan dalam laporan ini. Karena setiap perubahan harus diketahui besarannya, dan apa penyebab perubahan tersebut.

        Laporan Neraca

Laporan neraca adalah laporan yang memperlihatkan kondisi perusahaan dalam periode tertentu. Kondisi laporan neraca dapat ditunjukan dari aset yang dimiliki, hutang yang terbebani, dan berapa modal yang dimiliki oleh perusahaan dalam periode tersebut.

Singkatnya, laporan neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan mengenai aset atau harta perusahaan, hutang, dan modal yang dimiliki oleh perusahaan dalam periode tertentu.

        Laporan Arus Kas

Laporan yang tak kalah penting yang wajib ada dalam sebuah bisnis yakni laporan arus kas. Laporan arus kas sebagai penggambaran kemana modal bisnis digunakan, dan dari mana saja dana perusahaan yang masuk, dan berapa jumlah dana yang diperoleh dari investor. Singkatnya laporan arus kas sebagai petunjuk dana masuk dan dana keluar bisnis yang sedang anda jalankan. Dalam istilah akuntansi lebih sering disebut laporan arus kas dengan istilah cash flow.

        Laporan Atas Laporan

Sebagai pebisnis pemula, pasti Anda akan bingung dengan laporan atas laporan? Sebenarnya, laporan ini adalah laporan yang dibuat untuk memperjelas financial report yang ada. Singkatnya, laporan atas laporan dibuat untuk merincikan apa yang tertulis dalam sebuah financial report yang telah dibuat dengan disertai alasan-alasan yang terjadi dan mengapa hal tersebut terjadi.

        Laporan Jurnal

Bagi Anda yang bukan berlatar belakang akuntansi mungkin akan sulit memahami apa itu laporan jurnal. Secara awam, pengertian laporan jurnal adalah laporan catatan transaksi yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Seperti laporan transaksi harian, maupun mingguan.

BACA JUGA:170 Tenan Gratis Untuk Pelaku UMKM di Acara Car Free Night

Intinya, laporan jurnal adalah sebuah laporan yang bisa membantu anda dalam mengetahui perubahan modal, harta, dan perubahan utang, dan mencatat setiap terjadinya transaksi. Sehingga akan terlihat jenis barang apa yang lebih laris dan barang apa yang kurang diminati.

        Laporan Buku Besar

Setelah semua transaksi dicatatkan dalam jurnal pada periode tertentu, selanjutnya semua transaksi tersebut harus dipindahkan ke buku besar. Buku besar dapat diartikan sebagai laporan untuk meringkas setiap transaksi yang terjadi pada jurnal dan sudah dikelompokan maupun diklasifikasikan. Sumber laporan yang dicantumkan dalam buku besar adalah laporan jurnal.

Itulah beberapa jenis laporan keuangan dalam akuntansi. Laporan-laporan tersebut didapatkan dari catatan-catatan keuangan yang terjadi selama periode tertentu. Sehingga, selain Anda harus membuat sebuah financial report yang rinci, maka dibutuhkan catatan keuangan.

Apabila memang Anda merasa sulit dalam pembuatan laporan keuangan secara manual, Anda bisa menggunakan aplikasi pencatat keuangan usaha untuk mempermudah pekerjaan Anda dalam penyusunan laporan keuangan bisnis yang anda jalankan.

Pencatatan Keuangan

Seperti yang telah disinggung diatas, bahwa banyak pelaku bisnis yang masih malas dalam melakukan pencatatan setiap transaksi yang terjadi setiap harinya. Padahal ini cukup penting untuk kelangsungan bisnis yang anda jalankan.

BACA JUGA:Kopi Semendo dan Batik Khaman Potensial, Menkop UKM Ajak Pemkab Muara Enim Dorong UMKM

Pencatatan yang dituliskan dalam jurnal adalah semua transaksi yang terjadi. Baik itu transaksi keluar maupun transaksi masuk. Tanpa adanya pencatatan, maka akan sulit membuat sebuah laporan keuangan bisnis yang tengah Anda jalankan.

Fungsi Aplikasi Pencatatan Keuangan

Ada beberapa fungsi yang bisa diperoleh dari catatan keuangan yang terjadi. Tentunya catatan keuangan sangat bermanfaat bagi pembuatan laporan keuangan bisnis dan pencatatan keuangan sangat penting bagi UMKM.

1.       Mengetahui Secara Detail Perkembangan Usaha dengan Aplikasi Pencatat Keuangan Usaha

Dengan memiliki pencatatan yang detail, maka anda sebagai pemilik perusahaan dapat mengetahui sudah sejauh mana perkembangan usaha yang anda miliki. Anda bisa melihat progres kondisi bisnis, apakah sedang meningkat, menurun, maupun dalam kondisi yang stagnan. Kondisi tersebut dapat terlihat dari catatan keuangan yang dimiliki.

2.       Mengetahui Kondisi Keuangan Bisnis

Sebagai UMKM yang mungkin baru beberapa tahun berdiri, maka catatan keuangan sangat penting untuk melihat kondisi keuangan bisnis Anda. Sehingga Anda mengetahui kondisi keuangan dari bulan ke bulan, maupun dari tahun ke tahun.

3.       Sumber Pengambil Keputusan

Laporan dan pencatatan keuangan dapat anda jadikan sebagai sarana pengambilan keputusan. Karena keputusan sebuah bisnis dapat dilihat dari kondisi keuangan bisnis yang sedang anda jalankan. Jika selama satu bulan ini anda dalam kondisi rugi, maka Anda bisa menentukan target apa yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan penjualan pada periode selanjutnya.

BACA JUGA:Pemprov Sumsel Dorong Majunya Sektor UMKM Melalui Expo

Betapa pentingnya sebuah laporan keuangan dan pencatatan keuangan untuk kelangsungan hidup bisnis yang sedang Anda jalankan. Dengan memiliki laporan dan pencatatan yang baik, maka Anda bisa memberikan keputusan-keputusan strategis demi perkembangan dan kemajuan bisnis Anda.

Tips Membuat Pembukuan Keuangan Usaha

1.       Melakukan Penyusunan Proyeksi arus kas sebelum memulai usaha

Hal ini bisa digunakan untuk melihat prospek dari usaha tersebut. Dan juga mempersiapkan cadangan modal usaha yang lebih besar dari asumsi modal yang dibutuhkan dalam proyeksi aliran kas tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga dalam perjalanan bisnis usaha anda.

2.       Pencatatan transaksi harus selalu dilakukan (update)

Pencatatan transaksi harus selalu dilakukan setiap kejadian dan tidak boleh melewatkan satu transaksi untuk dicatat. Jika hal ini dilakukan informasi mengenai aktivitas usaha bisa didapat. Untuk memudahkan beban kerja Anda, Anda dapat memanfaatkan aplikasi pencatat keuangan usaha untuk bisnis Anda.

3.       Membuat dan mempersiapkan 2 buku

Yaitu buku pengeluaran dan buku pemasukan. Cara ini yang paling mudah dalam melihat posisi keuangan.

4.       Tidak mencampur keuangan perusahaan dengan keuangan pribadi

Termasuk diantaranya pembedaan atau pemisahaan rekening perusahaan dengan rekening pribadi. Sekecil apapun perusahaan anda, jangan mencampur adukan seluruh aktivitas keuangan perusahaan dengan pribadi. Hal ini dilakukan agar informasi keuangan perusahaan menggambarkan aktivitas keuangan perusahaan yang sesungguhnya.

5.       Setiap transaksi yang tercatat harus ada buktinya

Pencatatan transaksi yang tercatat harus disertai bukti berupa nota, invoice, kwitansi dan lain- lain. Hal ini dilakukan sebagai kontrol atas pencatatan transaksi dengan bukti otentiknya.   Bukti-bukti ini akan berguna jika dilakukan pemeriksaan, misalnya dalam hal pajak dan audit. Tanpa bukti transaksi, pembukuan keuangan dianggap tidak sah. Dengan aplikasi pencatat keuangan usaha, bukti transaksi dapat Anda kelola agar lebih terorganisir.

6.       Pembuatan Form-form khusus.

Hal ini digunakan untuk memudahkan pencatatan, misalnya untuk pengeluaran rutin menggunakan form warna kuning, pemasukan warna hijau dan lain sebagainya. Anda dapat melakukan step ini dengan mudah melalui aplikasi pencatat keuangan usaha.

7.       Penempatan file khusus untuk setiap transaksi

Cara ini dilakukan  untuk memisahkan penempatan file-file transaksi agar terlihat rapi dan mudah dalam hal pencarian. Penempatan file yang dipisahkan diantaranya: file penjualan, pembelian, bukti bank masuk dan keluar, bukti kas masuk dan keluar dan lainnya. Anda dapat melakukan ini di aplikasi pencatat keuangan usaha pilihan Anda.

8.       Membuat list dan memperhitungkan  depresiasi

Depresiasi  atau biaya penyusutan aset-aset perusahaan seperti bangunan, kendaraan, peralatan dan perlengkapan perusahaan. Untuk memudahkan , biaya penyusutan dihitung setiap setahun sekali saja. Aturan depresiasi harus sesuai dengan aturan perpajakannya.

Buat Pencatatan Keuangan Usaha Jadi Mudah dengan Aplikasi Pencatat Keuangan Usaha Jurnal by Mekari

Jurnal by Mekari merupakan aplikasi pencatat keuangan usaha dengan laporan keuangan seperti neraca keuangan, arus kas, laba-rugi, dan lainnya. Tujuan Jurnal by Mekari adalah memudahkan pembukuan serta proses akuntansi pemilik bisnis.

Dengan menggunakan aplikasi pencatat keuangan usaha Jurnal by Mekari, maka lebih menghemat waktu proses administrasi dan operasional, dengan harga yang efisien, efektif dan cepat. Karena itu, pebisnis bisa lebih fokus untuk mengembangkan usahanya.

BACA JUGA:GoFood Sajikan Resep Jadi Andalan Pelanggan dan Mitra UMKM

Jurnal by Mekari menjadikan pembuatan laporan keuangan perusahaan lebih mudah, aman, cepat, nyaman, dan datanya bisa diakses secara real-time melalui aplikasi pencatat keuangan usaha. Menariknya, Jurnal by Mekari telah memiliki keamanan berstandar tinggi, ISO 27001, setara dengan bank, sehingga keamanan data perusahaan terjamin.

Dengan menggunakan aplikasi pencatat keuangan usaha Jurnal, Anda juga dapat mengakses data secara realtime, kapan pun dan di mana pun. Nikmati kesempatan free trial aplikasi catatan keuangan Jurnal selama 14 hari. (*/inforial)

Sumber: