Wali Kota Palembang Geram! Tudingan Rendang Hilang Disebut Cemarkan Nama Baik Kota

Wali Kota Palembang Geram! Tudingan Rendang Hilang Disebut Cemarkan Nama Baik Kota

Wali Kota Palembang Geram! Tudingan Rendang Hilang Disebut Cemarkan Nama Baik Kota -Foto:dokumen palpos-

PALEMBANG, PALPOS.ID – Wali Kota PALEMBANG, Ratu Dewa, dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap tudingan yang menyebut warga PALEMBANG sebagai perampas rendang 200 kg dalam konten yang dibuat oleh kreator Willy Salim

Ia menilai hal ini dapat mencoreng citra kota dan bisa berdampak buruk pada sektor pariwisata.  

Menurut Ratu Dewa, akibat konten tersebut, warga Palembang kini dibanding-bandingkan dengan daerah lain. “Saya sangat tidak terima karena ini sudah menyangkut harkat dan martabat warga Palembang,” tegasnya.  

Tak hanya itu, Ratu Dewa juga mengaku sempat mendapat komentar dari warga karena sebelumnya meminta maaf kepada Willy Salim. 

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Sumatera Selatan: Usulan Pembentukan 2 Kabupaten Baru Pisah dari Lahat

BACA JUGA:Pemekaran Kabupaten Banyuasin Timur: Harapan Baru bagi Pemekaran Wilayah Sumatera Selatan

Saat itu, Dewa mengira kejadian tersebut murni insiden yang tidak disengaja. Namun, setelah mendapatkan informasi bahwa konten ini diduga hanya settingan, Ia berang.  

“Soal itu, awalnya saya mengapresiasi sisi kemanusiaannya karena membantu Yoga, warga yang kehilangan motor.

Namun setelah mengetahui konten ini diduga ada settingan dan Palembang dibandingkan dengan kota lain secara negatif, saya sangat tidak terima,” ungkapnya.  

Ratu Dewa juga menyoroti bahwa Willy Salim tidak memiliki izin untuk membuat konten di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB).

BACA JUGA:Tabligh Akbar, Ratu Dewa Terapkan Nilai-nilai Religius di Palembang

BACA JUGA:Jaga Kelancaran Arus Mudik dan Idulfitri, Karantina Sumsel Gelar Operasi Patuh Karantina

“Silakan membuat konten, tapi harus berizin dan tidak boleh menyebarkan informasi yang merusak citra Palembang,” tegasnya.  

Meskipun isu ini sempat viral, Ratu Dewa memastikan bahwa hingga kini belum ada dampak signifikan terhadap sektor pariwisata di Palembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: