Upaya Penipuan Online Diperkirakan Meningkat sejak Jelang Idulfitri, Berikut Tips untuk Menghindarinya

Upaya Penipuan Online Diperkirakan Meningkat sejak Jelang Idulfitri, Berikut Tips untuk Menghindarinya

Upaya Penipuan Online Diperkirakan Meningkat sejak Jelang Idulfitri, Berikut Tips untuk Menghindarinya-Foto:dokumen palpos-

BISNIS, PALPOS.ID - Upaya Penipuan Online Diperkirakan Meningkat Jelang Idulfitri, AdaKami Bagikan Tips untuk Menghindarinya.

Jakarta, 24 Maret 2025 – Berbagai kegiatan saat Ramadan diprediksi akan menjadi momentum pendorong peningkatan konsumsi rumah tangga.

Namun, perlu diwaspadai adanya oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan momentum ini untuk melakukan upaya penipuan demi mencari keuntungan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan bahwa akan ada kenaikan upaya penipuan online saat Ramadan, terutama menjelang Idulfitri.

BACA JUGA:Waspada Modus Penipuan Saat Lebaran! BRI Bagikan Tips Terhindar dari Penipuan dan Kejahatan Siber

BACA JUGA:BRI Menanam “Grow & Green” Transplantasi Terumbu Karang, Jadi Ujung Tombak Pelestarian Ekosistem Laut di NTB

Dalam konferensi pers yang berlangsung pada Selasa (4/3), Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa menurut data layanan pengaduan konsumen, terdapat 1.512 pengaduan terkait social engineering pada pekan ketiga dan keempat Februari 2025.

Angka ini meningkat sekitar 46% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 1.033 pengaduan 1.

Mengantisipasi hal tersebut, PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami), platform fintech lending terdepan dari sisi teknologi di Indonesia, mengajak masyarakat terus memperkuat pengamanan data pribadi agar tidak menjadi korban kejahatan digital.

“Modus penipuan digital terus berkembang. Tidak hanya manipulasi psikologis yang menjadi modus social engineering atau phishing, kini bahkan muncul modus baru seperti SMS penipuan dengan metode fake Base Transceiver Station (BTS) memungkinkan para pelaku mengirim SMS penipuan secara massal ke ponsel di sekitarnya tanpa terdeteksi oleh sistem operator 2.

BACA JUGA:Mendekati Lebaran, Penjualan Asuransi Mobil Meningkat: Apa Penyebabnya?

BACA JUGA:Lebaran Makin Praktis, Transaksi QRIS Lebih Nyaman Pakai Super Apps BRImo

Kami mengimbau masyarakat agar waspada terhadap modus-modus tersebut dengan tidak membagikan data pribadi kepada orang tidak dikenal dan selalu memverifikasi keaslian informasi langsung melalui saluran resmi,” ujar Jonathan Kriss, Brand Manager AdaKami.

Jonathan menambahkan bahwa berdasarkan data internal AdaKami, pihaknya menemukan sejumlah akun palsu di berbagai platform media sosial yang mencatut nama AdaKami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: