Warga juga minta Gubernur Sumsel dapat turun menyelesaikan permasalahan ini,” kata Toha.
Selain illegal drilling, masalah lain yang juga banyak dikeluhkan adalah soal infrastruktur. Menurut Toha, banyak warga yang mengeluhkan infrastruktur baik jalan, jembatan hingga infrastruktur penunjang bidang pendidikan.
“Seperti minta dibuatkan jalan akses penghubung ke sekolah dan akses antar kelas. Karena pada saat hujan, air menggenangi halaman sekolah,” kata Toha.
Banyak juga aspirasi pembuatan pagar sekolah, Toha pun mengakui, hampir sebagian sekolah tingkat SMA/SMK di Kabupaten Muba tidak memiliki pagar, khususnya di Kecamatan Keluang.
Secara rinci, aspirasi yang berhasil dirangkum Dapil IX adalah, aspirasi dari pertemuan di SMKN 1 Plakat Tinggi diantaranya meliputi pembangunan gapura dan pagar sekolah, mobiler untuk kantor, sarana prasarana lapangan volly, dan dukungan membuka jurusan pertanian pada tahun ajaran baru nanti.
BACA JUGA:Jelang Panen, Petani di OKU Timur Minta Harga Gabah Jangan Turun
Aspirasi dari pertemuan di SMA N 1 Plakat Tinggi yakni diantaranya penambahan pagar keliling secara permanen, rehab berat ruang perpustakaan, rehab berat gedung TIK lama, rehab berat mess guru.
Selanjutnya aspirasi dari pertemuan di SMA N 2 Plakat Tinggi diantaranya adalah pagar keliling secara permanen, rehab lapangan upacara, rehab ringan gedung kelas, penambahan gedung TIK, penataan lapangan futsal dan volly, penambahan WC siswa, bantuan peralatan drum band dan alat sound system.
Warga Desa Sido Mukti tak ketinggalan ikut menyampaikan aspirasi berupa, perbaikan jalan desa, pagar SDN Sido Mukti, dan parit drainase sepanjang jalan desa.
Pertemuan di SMAN 1 Babat Toman menyerap aspirasi, diantaranya pembangunan ruang kelas baru sebanyak 3 lokal, bantuan alat-alat Pramuka, bantuan untuk OSIS.
BACA JUGA:Polisi Bongkar Pabrik Rumahan Narkotika, Pria Asal OKU Timur Turut Diamankan
Di SMAN 2 Babat Toman, aspirasi yang masuk diantaranya pembangunan/rehabilitasi RKB, penambahan mobiler ruang kelas, ruang guru, ruang aula, sarana dan peralatan futsal, serta permohonan keringanan SPP dan sekolah gratis.
Sementara pihak SMAN 1 Sanga Desa minta rehab ruangan kantor dan ruang perpustakaan, pagar sekolah, rehab laboratorium fisika, pembangunan ruangan OSIS beserta perabotnya, aula sekolah, rehab laboratorium bahasa, rehab laboratorium kimia.