Situasi pertempuran di lapangan itu sangat cepat berubah dan juga adanya pembatasan bahan bakar bagi kendaraan pengangkut Warga Negara Asing atau WNA yang dievakuasi.
BACA JUGA:Kapuspen TNI Sebut KKB Papua Terdesak dan Ada yang Meninggal Saat Baku Tembak...
BACA JUGA:Panglima TNI Tegaskan Operasi Siaga Tempur Kepada KKB, Prajurit Jangan Ragu...
Karena situasi itulah, maka Indonesia tidak bisa mengevakuasi seluruh WNI dalam sekali jalan.
Untuk evakuasi tahap kedua nanti akan dilakukan evakuasi terhadap 298 WNI lagi dari Sudan.
Namun, jumlah itu bisa saja bertambah, itu setelah Menlu RI mengimbau WNI lain segera melaporkan diri ke KBRI di Sudan untuk dievakuasi dari Sudan.
Sebab, berdasarkan data KBRI Khartoum, terdata sebanyak 1.209 WNI yang tinggal di Sudan.
BACA JUGA:KKB Papua Kembali ‘Umbar’ Peluru, Korban 10 Warga Sipil, 7 Meninggal
BACA JUGA:Thomas Djamaluddin Ungkap Kronologis Peneliti BRIN Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Ternyata...
Namun, sebagian besar dari WNI tersebut merupakan pelajar dan mahasiswa yang berdomisili di ibukota Khartoum.
Untuk keberadaan dan keselamatan WNI di Sudan tersebut tentu menjadi perhatian Pemerintah Indonesia.
Sebab wilayah Khartoum dan sekitarnya merupakan titik utama perang militer antara SAF dan RSF di Sudan. *