PALEMBANG, PALPOS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tengah mengupayakan pengajuan pengelolaan penuh kawasan ikonik Benteng Kuto Besak (BKB) guna meningkatkan sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kerakyatan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat identitas sejarah kota serta mendukung pelaku usaha lokal.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk merealisasikan pengajuan tersebut.
Rencana ini juga mendapat dukungan penuh dari para penggiat seni dan budaya di Palembang.
BACA JUGA:Primkop Kartika Dempo Kodim 0402/OKI Gelar RAT Tutup Buku Tahun 2024
“Akan kami upayakan untuk segera diusulkan pengelolaan sepenuhnya Benteng Kuto Besak oleh Pemkot Palembang,” ujar Dewa, Rabu (26/2/2025).
Pengajuan pengelolaan ini akan dikirim langsung ke Presiden RI dan pihak terkait lainnya. Selain meningkatkan nilai wisata dan budaya, kawasan BKB juga akan dikembangkan menjadi ruang edukasi sejarah serta pusat kajian pelestarian Kesultanan Palembang Darussalam.
“Selain pembangunan fisik, kami juga akan memperkuat pembangunan non-fisik seperti nilai budaya dan sejarah Kota Palembang yang harus tetap terjaga,” tambahnya.
Dewa menekankan bahwa pengelolaan BKB tidak hanya berorientasi pada pariwisata, seni, dan budaya, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA:Skandal BBM Oplosan : Dirut PT Pertamina Patra Niaga Jadi Tersangka, Warga Lubuklinggau Kecewa
“Kami akan menata ulang wisata di BKB dengan lebih baik, mulai dari fasilitas seperti parkir hingga peningkatan keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Selain itu, kami juga akan memastikan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM lokal, semakin berkembang,” tegasnya.
Melalui langkah ini, Pemkot Palembang berharap BKB semakin mengukuhkan diri sebagai ikon wisata kota yang tak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian rakyat.