Disunnahkan untuk Laki-Laki dan Wanita Wanita juga dianjurkan beri’tikaf dengan syarat:
BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Sumatera Selatan: Kabupaten Muratara Pilih Provinsi Musi Raya atau Sumselbar?
BACA JUGA:Mau Dapat Lailatul Qadar? Ini Cara Rasulullah di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Dalam keadaan suci dari haid.
Tidak menimbulkan fitnah bagi pria.
Mendapat izin dari suami.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
“Tidak boleh seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya ketika itu ada kecuali dengan izinnya” (HR. Bukhari no. 5195).
Cara Melakukan I’tikaf yang Benar
I’tikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah, seperti membaca Al-Qur’an, shalat malam, dan berdzikir.
Tidak ada batasan waktu minimal, tetapi lebih utama dilakukan selama sepuluh hari penuh hingga malam takbiran.
I’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah ibadah yang memiliki banyak keutamaan.
Selain menjadi cara terbaik untuk menggapai malam lailatul qadar, ibadah ini juga meneladani sunnah Nabi.
Semoga Allah memberikan kita kemudahan untuk menjalankannya dan menjadikan kita hamba yang lebih dekat kepada-Nya.*