Kerak Telor : Warisan Kuliner Betawi yang Terus Bertahan di Tengah Modernisasi

Minggu 19-10-2025,08:00 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

BACA JUGA:Lumpia Ayam Suwir : Inovasi Cita Rasa Nusantara dalam Balutan Kulit Renyah

 

 

Kerak telor dibuat dari bahan-bahan sederhana, yaitu ketan putih, telur (bebek atau ayam), ebi (udang kering), kelapa parut sangrai, serta bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, merica, dan garam.

Proses memasaknya pun sangat khas dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.

 

Setelah ketan putih yang sudah direndam dimasukkan ke dalam wajan cekung kecil, pedagang akan menambahkan telur dan ebi, lalu mengaduk semuanya hingga tercampur rata. Kemudian, kelapa parut sangrai ditaburkan di atasnya.

Yang menarik, pada tahap akhir, wajan dibalik di atas bara api agar bagian bawah kerak telor menjadi garing dan sedikit gosong. Aroma harum dari kelapa sangrai yang tersentuh bara menjadi ciri khas utama sajian ini.

BACA JUGA:Martabak Telur : Cita Rasa Legendaris yang Tak Pernah Pudar

BACA JUGA:Sensasi Pedas Gurih dalam Seporsi Kepiting Saus Cili yang Menggoda Selera

 

 

Menurut Faisal Amri, seorang budayawan Betawi dan pegiat kuliner tradisional, kerak telor bukan sekadar makanan. “Kerak telor itu punya nilai simbolis.

Ini bukan cuma soal rasa, tapi tentang bagaimana orang Betawi hidup dan menghargai kesederhanaan, tapi tetap punya karakter kuat,” ungkapnya saat diwawancarai dalam Festival Kuliner Nusantara 2025 di Taman Mini Indonesia Indah.

 

Faisal menambahkan, kerak telor juga menunjukkan filosofi keseimbangan dalam kehidupan masyarakat Betawi.

Kategori :