Selain itu, cilor mudah ditemui di berbagai tempat strategis seperti depan sekolah, kampus, stasiun, hingga terminal.
BACA JUGA:Tahu Sumedang: Ikon Kuliner Lokal yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi
BACA JUGA:Martabak Manis, Jajanan Legendaris yang Terus Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern
Selain faktor harga, cita rasa cilor juga menjadi magnet utama. Tekstur kenyal cilok berpadu dengan telur goreng yang gurih menciptakan sensasi rasa yang unik.
Ditambah lagi, kombinasi saus pedas, manis, atau gurih memberikan variasi rasa yang bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.
Hal ini membuat cilor tidak hanya sekadar makanan ringan, tetapi juga pengalaman kuliner yang menyenangkan.
Fenomena cilor juga membuka peluang bagi para pelaku usaha mikro. Banyak pedagang kaki lima yang memulai usaha cilor dengan modal kecil, hanya dengan beberapa kilo tepung, telur, dan kompor sederhana.
Dengan strategi lokasi yang tepat dan rasa yang konsisten, cilor mampu menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
Beberapa pelaku usaha bahkan mulai melakukan inovasi untuk menarik lebih banyak pelanggan. Misalnya, menambahkan topping keju, sosis, atau bahkan varian saus internasional seperti saus barbeque dan saus keju.
Ada juga yang membuat konsep cilor kekinian dengan packaging menarik untuk dijual secara online. Inovasi ini membuktikan bahwa cilor tidak hanya bertahan sebagai camilan tradisional, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan tren kuliner modern.
Di era digital, cilor juga mendapatkan eksposur lebih luas melalui media sosial. Banyak akun kuliner yang merekomendasikan cilor dari pedagang tertentu, membuatnya menjadi viral di kalangan anak muda.
Video pendek tentang cara membuat atau menikmati cilor bahkan menjadi tren di platform seperti TikTok dan Instagram.
Hal ini berdampak positif terhadap popularitas cilor, karena semakin banyak orang yang tertarik mencoba camilan ini, baik secara langsung maupun melalui pesan antar online.
Selain menjadi camilan favorit, cilor juga memiliki nilai budaya. Makanan ini mencerminkan kreativitas masyarakat Indonesia dalam mengolah bahan sederhana menjadi camilan lezat.
Cilor adalah contoh nyata bagaimana jajanan tradisional dapat beradaptasi dengan selera modern tanpa kehilangan identitasnya.
Bahkan, cilor sering kali menjadi simbol nostalgia bagi mereka yang tumbuh di era 2000-an, mengingatkan pada masa-masa sekolah dan pertemanan.