Gunakan sepatu khusus lari yang memiliki bantalan baik, ukuran pas, dan mampu menopang kaki dengan optimal. Sepatu yang tidak sesuai dapat menyebabkan lecet, nyeri kaki, bahkan cedera lutut dan pergelangan kaki.
BACA JUGA:Sumsel Berpotensi Diguyur Hujan Sejak Pagi hingga Malam, OKI dan Wilayah Pegunungan Diminta Waspada
BACA JUGA:Mangkir Panggilan Polisi Perkara Menghalangi Wartawan, AR Siap-siap Dijemput Paksa
3. Perhatikan Pakaian yang Digunakan
Kenakan pakaian olahraga yang ringan, menyerap keringat, dan tidak menghambat pergerakan.
Pakaian yang terlalu tebal atau tidak menyerap keringat dapat membuat tubuh cepat panas dan tidak nyaman saat berlari, terutama di cuaca panas.
4. Cukupi Asupan Cairan
Hidrasi menjadi faktor penting sebelum olahraga lari. Pastikan tubuh mendapatkan asupan cairan yang cukup, terutama jika akan berlari dalam durasi cukup lama. Minum air putih 15–30 menit sebelum berlari untuk mencegah dehidrasi.
5. Tentukan Intensitas dan Jarak Lari
Sesuaikan intensitas dan jarak lari dengan kemampuan tubuh. Bagi pemula, sebaiknya memulai dengan jarak pendek dan kecepatan ringan, lalu meningkat secara bertahap.
Hindari langsung berlari dengan jarak jauh atau kecepatan tinggi karena dapat memicu cedera.
6. Pilih Waktu dan Lokasi yang Aman
Pilih waktu lari yang nyaman, seperti pagi atau sore hari, untuk menghindari panas berlebih.
Selain itu, pastikan lokasi lari aman dari lalu lintas kendaraan dan memiliki permukaan jalan yang baik agar terhindar dari risiko terpeleset atau terjatuh.
Pentingnya Pemanasan Sebelum Olahraga Lari
Pemanasan merupakan tahap yang tidak boleh dilewatkan sebelum berlari.